Hari ini
Hari ini
Hari ini mungkin menjadi sebuah momentum dari berpuluh hari di sini ,hari yang bisa membuat hidup ini semakin bergolak,dengan keadaan yang penuh dengan keterbatasan.Telah berkata di hati sana sejak bebera saat lalu bahwa aku harus hidup dalam keadaan bagaimanapun,yang jelas dengan kondisi baik dan tak kurang suatu apa yang selalu di harapkan,tapi sejauh itu sebenarnya aku tak kurang suatu apa,kecuali kurang bersyukur.
Menulis lagi adalah satu hal yang membuat pikiran ini kembali berjalan,ada beberapa unek-unek yang bisa kusampaikan dimana lewat kata aku tak bisa mengeluarkannya,dengan alasan yang seolah tak perlu untuk di utarakan,eh bukankah hidup yang terjadi saat ini seperti De javu dari hari kemarin ya,mungkin itu hanya bisikan dari hati yang tak memerlukan sebuah voting,tapi yang jelas ini adalah yang sedang aku alami saat ini,bahwa ini ternyata adalah terbitan dari pikiran aku kemarin,tapi bukan dari sebuah mimpiku di hari yang kemarin,emang ada sih mimpi kemarin yang udah terwujud namun bukan sekuruh impianku di hari kemarin yang terwujud,tapi kebanyakan bersitan – bersitan di hari kemarin yang nyata terjadi,anehkah?maybe..
Hey.. perbakah berpikir bahwa nanti akan menikah dengan seorang yang tidak di kenal sama sekali? Jawabnya pasti kadang juga,tapi pasti jawabnya enggak lah ,takut.Tapi dulu aku pernah berfikir aku akan menikah dengan orang yang yang bisa di bilang enggak kenal,dan yang jelas harus jauh dari tempat tinggal aku dan yang lebih penting aku harus tinggal jauh dari kedua ortu atau mertu,ehmmm…….kaynya sih pikiran itu ga penting tapi itu sering menjadi patokan untuk mengenal sosok pasangan,lagi-lagi ribet dengan criteria,ihhh…seperti apaan sh seperti inikah criteria cowok aku? Hisstt.. ternyata bukan,lalu kabur dan ketemu lagi lagi –lagi sebuah pertanyaan dating lagi owhh ternyata seperti init oh,eh akhirnya. ..haiyahh.. kok kay gini.. ogah ah…masa harus dapat yang kay gini?Hyah…. kenapa ya sering orang mencari-cari sesuatu yang tujuannya memuaskan egonya,sebenarnya bukan tidak mengerti bahwa tak ada manusia yang sempurna di dunia ini,tapi kan boleh kita mempunyai hak untuk memilih yang setidaknya sesuai dengan selera kali yah,kalo orang bijak bilang mantap di hati,whussshhh….yang jelas pingin she nyari yang pass,tapi semakin mencari semakin ga ada yang pass,umm…so…akhirnya hanya menjadi seorang penunggu…tapi bukan berarti diam saja,bahkan sempat mengikuti jejak kuis di facebook,ada yang sempat menjadi tuntunan ,dia berkata”Jodoh lo ada di friendlist facebook lo”wessss……Sopo?…
Ini dia banyak tembakan sana door sini door,saat itulah akan muncul pikiran iihhh gila iya bener kata si dukun itu ,banyak bener yang nembak,bingun dah,gimana ini masa mesti mengaudisi,bahasa mana pula itu,emangnya artis,tapi tak lepas dari itu memang sempat GR (gede rumungso)ga punya malu asal jangan sampai lupa diri aja gara-gara kuis,jalanin aja kegemeran yang sedang mengembang itu,toh akhirnya membuahkan hasil,dan insya allh itu yang terbaik,dunia dan akhirat amienn..amieen..,Bukan menang kuis apalagi lotere tapi ini adalah buah dari kesabaran dan doa yang di kabulkan oleh yang diatas,dan jerih payah menyeleksi,weeaakkss..alhamdulillah ini hasilnyaö …..
Dan akhirnya tulisan ini harus bersambung untuk hari esok….udah jam 9.30 wita, ini adalah waktu buat pilihanku tentunya,dan emang sedang butuh banyak O2 dan H2O..waktu ini memang banyak tersita oleh hal-hal yang ga penting yang menghabiskan energy apalagi di ruanganku suhunya mencapai 320 c,seharusnya AC menjadi tuntutan utama,tapi mengikuti istilah orang bijak saat ini untuk berparisipasi dengan lingkungan sebuah istilah Global Warming,yang harus di sadari oleh setiap insan yang mempunyai hati dan sadar akan kehidupan masa depan bumi ini,jadi untuk AC sementara di tunda dulu,tapi sebenarnya emang tidak ada ACnya,berkipas angin saja sudah mencukupi kebutuhan,dan itupun sudah menjadi kebanggaan karena ruangan mungilku indah dengan sumini dkk yang selalu berenang dan berklak-klik dengan teman-temanya paidul dkk..so..happiness adalah menjadi menu utamaku dengan pilihanku.
Akhirnya engkow menulis
yo opo kabare rek ?