Lompat ke isi

Bolone laron

Mei 23, 2010

Sepi banget keadaan di ruangan tempatku bermukim,hanya aku dan seekor puddle yang selalu membututi aku kemanapun aku pergi di dalam rumah apartement yang  sempit ini,di atas sebuah sofa hitam aku baringkan tubuhku yang seolah telah enggan untuk bersatu,bagian-bagian tubuh ini serasa  ingin berpisah dan terpecah-pecah,rasanya sakit dan lemas,capek banget,namun terasa   seperti api menyengat disaat fikiran kembali mengingat “Home”,”Me” dan mungkin berubah menjadi “Our home” dan “We”.
Ombak di lautan itu berarak perlahan namun seperti sedang mengikuti irama,mungkin mereka sedang bercengkrama dengan angin yang memberikan petuah atau mungkin sedang berbagi kasih,sehingga mereka kelihatan damai ,semua hanya “kelihatannya”,namun sebenarnya entah apa yangsedang terjadi,dan bergolak di balik semuanya,yang bisa aku lihat hanya apa yang yang terlihat,dan kenapa harus berfikir terhadap sesuatu yang tak terlihat,bukankah aku hanya menginginkan sebuah kedamaian,kenyamanan dan sebentuk rasa yang indah yang tercipta dari rasa syuukur atas semua yang telah di berikan oleh Yang Maha Agung itu,lalu kenapa aku membelokkan haluan pelayaranku kesebuah tempat yang tak aku kenali dan aku pahami?

Aku ingat beberapa laron tadi  malam saat aku membuka pintu balkoni,mereka menyerang masuk seketika tatkala pintu terbuka,laron-laron it u begitu tergesa menghampiri cahaya lampu dan seperti berlomba berterbang mengitari lampu tersebut,namun tak lama kemudian satu persatu berjatuhan,kemudian menanggalkan sayapnya,namun entah mereka sengaja meninggalkan sayap mereka untuk apa?”Untuk mencari cinta”.. woaaooww…

Bagaimana tidak,setahuku binatang itu hanya di beri waktu hidup hanya sehari saja,dalam waktu yang singkat bagi manusia itu mereka berlomba mencari kehidupan baru,mereka berebut mencari penerangan demi mendapatkan hidup selanjutnya,kulihat beberapa yang telah menanggalkan sayapnya,dan mungkin telah menemukan impian hatinya bergandeng-gandeng seperti anak-anak maen kereta-kerataan,jalan sana sini seperti terburu-buru,ternyata mereka mencari celah,lubang,dan disana mereka stay,sepertinya segala aktivitas mereka lakukan berdua,romantis eh,mereka kelihatan akur dan saling membantu,mungkin ini demi cinta mereka dan planning mereka  untuk memnciptakan dan mewujudkan dunia baru bagi mereka,mungkin kelak setelahnya mereka akan melahirkan anak-anak mereka dimana mereka akan menjadi sebuah kerajaan rayap,dan akan melahirkan laron-laron (pangeran dan putri) rayap.Binatang unik ini sering membuat orang jengkel namun sebenarnya bermanfaat,bermanfaatnya di tinggal dulu jengkelnya biasa di bahas dulu,heayaahh..jika rayap-rayap itu bisa merusak kayu jelas bapak-bapak rumah tangga uring-uringan,dan rayap-rayap laen pun bisa membuat ibu-ibu rumah tangga  ngambek dan bahkan ngamuk dan bisa lebih fatal keadaanya,rayap-rayap laen yang biasa ibu-ibu sebut itu adalah masalah-masalah kecil yang mengganjal dalam hati dan fikiran ibu-ibu ,perasaan beliau-beliau,atau pandangan beliau-beliau ini.

Sisi laen dari pelajaran binatang melata itu,seharusnya bisa aku pelajari,bukan ikut-ikutan menjekelinya.Beberapa menit lalu aku berbincang-bncang lewat telphone dengan beberapa perempuan,yang mengisahkan bagaimana kehidupan rumah tangga mereka,perempuan-perempuan itu banyak berbicara soal perasaan ketimbang kenyataan yang sedang mereka jalani,dalam sudut pandangku mereka terlihat alright dalam keadaan pasrah dan terkendali,dalam perbincangan itu mereka menyampaikan beberapa hal yang mungkin bisa dijadikan masukan otakku yang mulai dudul karena kekhawatiran.Aku telah memilih untuk menjelang kehidupan baru,namun aku masih belum melepas seluruh sayapku,seharusnya aku harus mengaca pada laron itu,namun aku masih belum bisa melepas keseluruhan,karena aku masih di lingkupi berbagai kekhawatiran. dan kekhawatiran itu sebenarnya adalah rayap yang bisa merusak diriku sendiri,bagaimana seorang ratu itu bisa sukses menjadi ibu negara rayap ?untuk seorang ratu dalam kerajaan rayap itu hanya di butuhkan keiklasan,segala sesuatu berawal dari kerja keras dan saling percaya,saling  menyupport,dan saling mengerti,serta saling menerima apa adanya ,dan untuk menggapai sebuah impian baru yang lebih indah mereka rela meninggalkan gemerlap cahaya di luar,mereka bisa membuang ego mereka demi mendapatkan keharmonisan ,ibu dan bapak laron membangun istananya dengan  penuh kasihdan segalanya mereka lakukan sendiri,menutup lobang bersama,menggotong sesuatu yang perlu di gotong,makan bersama,dan menyelesaikan masalah bersama,maka cobalah mengambil manfaat dari perilaku laron,meskipun mereka berasal dari binatang melata mereka memiliki keunggulan tersendiri,coba melihat kebun jamur mereka ,bagaimana mereka memproses kebun itu,bukanhah mereka melakukan yang terbaek dengan cara mereka sendiri,lalu bagaimana dengan rayap yang menjengkelkan? pasti yang ku ingin adalah tidak mencotoh perilaku rayap (rakyat mandul dari ratu laron) yang merusak kehidupan orang laen,dengan memakan kayu perabotan rumah orang maksudnya,namun dalam istilah laen,rayap-rayap menjengkelkan yang bisa merusak kehidupan sendiri bersama orang yang tercinta yang ingin aku pelajari.

Seperti salah satunya kekhawatiran,dan cemburu,tidak percaya,dan over menuntut.Menurut ibu-ibu hal-hal itu yang dinamakan rayap dalam kehidupan berumah  tangga,aku yang lebih cenderung terbuka dengan tulisan mulai gelisah mengapa aku tak berani berkata langsung dengan apa yang membuatku tak nyaman,lalu kenapa aku harus banyak mengkomplain,bukankah aku sendiri tak bisa menyelesaikan masalah yang aku hadapi dengan sendirinya?Inilah kelemahan dan ego ku,aku lebih suka memendam apa yang seharusnya di diskusikan bersama,apa yang menjadikanku kaku terhadap sesuatu yang menakutiku itu justru menjadi rayap pengganggu,dan jelas tidak membantu banyak ,hanya sebuah “Apus-apus’ artinya everything such gonna alright,tapi sebenarnya sadar bahwa itu akan meledak suatu saat dan itu merupakan boom yang bisa menghancurkan.

Seperti tak ada kerjaan dalam spare time ,bengong mandangin kompi dengan artikel-artikel yang menurutku bisa menyupport awal langkahku,semua berkata hamper sama,gorean-goresan tinta itu seperti garis-garis yang menuju kearah yang sama,darimana mereka mendapatkan keyakinan seperti itu,googling dan mengubah kalimatnya?atau dari petuah dari mulut ke mulut? jadi kalimat petuah dalam artikel itu adalah benar karena mengikut kata terbanyak penganutnya?,saat aku mulai memiliki ide laen dari apa yang menjadi masalah yang sama ,aku berusaha mengambil langkah yang bertentangan dari kebijakan penganut terbanyak,yang sering aku lihat kenyataannya,seperti”Jika kekasihmu selingkuh,tinggalin aja,emang dari sononya begitu sampai kapanpun dia bakal begitu,ada kesempatan atau tak ada kesempatan”,akhirnya banyak banget kalimat yang hamper sama maksudnya mengenai hal itu,bahkan saking ingin tahunya soal”selingkuh’ itu aku bela-belain nongkrong di forum hanya pengen tahu apa pendapat orang laen atas hal itu.Namun kebanyakan mereka menganggap hal itu adalah menyakitkan dan sebuah penghianatan,jadi harus di singkirkan.Sebelum aku melangkah ke dalam hubungan aku sering berfikir,aku pasti akan di duakan atu di tigakan(suudzon banget),aku menghitung waktu,jika sebulan belum terjadi sesuatu,aku cengar cengir bahkan seolah aku menunggu dengan keyakinanku,dua bulan berlalu, eh lucu,dan tiga bulan berlalu,,waaoooww.. keren…,dari sini aku belajar mempelajari mengapa doi ku berbelok jalanya,aku berawal dengan menoleh ke langkahku,hiya langkahku belum belok, cuma banyak hal yang bisa membuat doiku mbelok,jika orang laen bisa mendidih adrenalinya,aku malah giat menelateni apa yang sedang terjadi,aku jadi ingin tahu apa maunya tapi justru aku lebih menyayanginya,dengan memberi kebebasan bagi dirinya memilih,tapi tak melepasnya membuat aku lebih ingin mendekat,aku benar-benar ingin tahu apa yang sedang dia inginkan,kenapa dia bersamaku tapi juga ingin dengan  nyang laen,jika yang terdahulu aku lebih sering mengikuti perasaan “leave him’ tapi tidak untuk kali ini,aku terdorong untuk menyelesaikan dengan cara lain,dan yang jelas bukan competition dengan selingkuhanya,karena doi bebas untuk memilih.Sungguh luar biasa .. aku ternyata mampu mempelajari hal yang selama ini aku benci,dan uniknya indah meski dalam apus-apus( pretendning) dan aku heran kenapa aku meyakini pretending to be happiness  demi menggapai real happiness itu penting.

Selangkah lagi perjalanan ini akan berputar, dan aku harus memilih dan pilihan itu telah aku putuskan,jadi bukan sekedar Nagging kepada Emak.”Emaaakkk aku pengen permen”tapi kini”Emakkk.. doakan aku mau Merit”.
Sangat mudah dalam bayangan namun ternyata sungguh rumit,tak seperti yang aku bayangkan sebelumnya ,dan memang sangat beda dari sekedar pacaran,jika dulu aku serius dengan mantan namun aku salah menanggapi keseriusan itu,akuterlalu mempermainkan kata serius itu menjadi  sebuah golok ego yang mematikan,keseriusan tanpa menghormati komitmen adalah salah besar,dan menghormati komitmen tapi tak mendalami dan sengaja tak menjalani arti komitmen itu sendiri ternyata fatal,LDR itu tidak mudah,dan sering di gerogoti rayap..

Jadi saat belum jadian dulu sering berdoa semoga dia menjadi  yang terbaek untuk the rest of my life,dan setelah jadian ternyata dia tak seperti yang kita inginkan,dan setelah menikah kita menyesal,kalimat ini setidaknya menjadi sebuah pemikiran baru,dimana aku harus siap menerima pasanganku apa adanya,karena dia adalah pilihanku,dan segala yang sempurna adalah hanya milik Tuhan,namun yang menjadi kekhawatiran laen adalah apakah dia seperti yang aku fikirkan,bagaimana jika tidak? dan lagi-lagi” Emakkk… tolong lah aku..” namun kini telah berubah” Ya Allah,hanya kepadamu  keserahkan segalanya ,karena hanya Engkaulah yang maha tahu dan hanya ridho-mu yang aku mau”

*coretan bersama puddle*

3 Komentar leave one →
  1. Mei 26, 2010 9:59 pm

    Aku tau, intine dikow pengen akad nikah dan diteruskan dengan resepsi :D

  2. Mei 29, 2010 8:17 am

    tidak salah…rodo` mumet ternyata…huhuu..

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.