disini aku lahir
……Berjalan diantara rumput kering tanpa alas kaki,bergurau dengan sinar mentari yang baru menyembul dari pelukan angkasa,semburat jingga itu membuat fikiran seperti tertusuk duri onak,ku akui aku adalah sosok pucat yang berjalan mengikuti impian yang hampir usang……
Berebut mencari tempat dan di nomor satukan dari milyaran pertanyaan yang selalu menggeluti jiwaku,menunggu tuan waktu menjawab satu persatu dari sekian pertanyaan batinku,mengoyak imaginasi yang selama hidup sebagai prosa tak beraturan,menghakimi detik-detik yang di penuhi kesalahan,kebohongan menjadi master keindahan,dan kenyataan menjadi budak kekecewaan,dimana saudara kepercayaan itu kini tinggal,akankah aku masih bisa menjelangnya dan menggenggam erat kekuatanya?aku telah hanyut oleh keindahan yang kubuat sendiri,bahkan aku telah beritakan pada setiap insan yang aku temui kalau aku sedang sangat bahagia,dan mereka ikut bersyukur dengan kebahagianku,seolah merekapun telah bisa menghirup harumnya pesona dupa keindahan ,adakah diantara insan-insan itu mengira bahwa aku sedang bermain sandiwara?
Aku….dari mana aku datang…cuma dari goresan pena yang melebur,menghasilkan coretan yang tak jelas bagaimana bunyinya,namun sebuah tanda mengisyaratkan bahwa leburan tinta itu ada maknaya,sepintas lalu mengisyaratkan bahwa dari tulisan itu menyimpan sebuah misteri,namun sebenarnya itu hanya sebuah goresan yang mengisyaratkan ketidakpercayaan pada kenyataan yang di jelang,ini bukan sandiwara,ini adalah nyata,kehidupan yang terpilih dari pena diatas kertas dan melebur menjadi tulisan kabur,tak jelas,penuh praduga dan banyak menyimpan kebohongan,namun membentuk sebuah kebahagiaan,”Inilah kebahagiaanku”kataku,aku menemukanya disini diatas kertas ini,aku lahir dari sini,sambil berkali-kali melihat lembaran kertas tak bernyawa itu,aku menemukan kehidupan di kertas ini,atau tepatnya di tulisan ini,disini aku mulai mengenal”Cinta”di sini aku mulai mengerti”Kangen” di sini aku kembali merasa”Ingin memiliki” dan dari sini pula aku bersi keras “Akan ku jelang bahagiamu disini,bukan di kertas ini tapi di kehidupan nyata ini”..
Ku nantikan kejujuranmu dikehidupan yang nyata,nyata kita ada ,kita bisa bertatap muka,nyata kita bisa saling sentuh,bukan sandiwara pura-pura nyata diatas kebohongan,seperti skenario yang telah kamu buat untuk memperindah cerita.
Adakah pernah kamu dan aku lihat;
Empang itu pastinya banyak di hidupi oleh makhluk-makhluk unik nan indah,yang memiliki lebih dari keinginan untuk hidup lebih dari seribu tahun, begitu kita melihat seolah mereka sedang bergembira ,bercanda bersama dan seolah tak ada duka dan fikiran kelak akan bagaimana,kehidupan seperti apa yang mereka nantinya dapatkan,mungkin dalam wajan atau dalam mesin panggang?seolah teriakan mereka adalah seperti memohon, tapi bukan, sepertinya sedang berdendang,yang jelas entahlah sepertinya sering teriakan-teriakan dari dalamnya mengiris perasaan tapi sayang tak satupun diantara orang-orang yang berlalu lalang mendengarkannya,bahkan mereka yang lewat enggan untuk menyapa ada yang mencoba bertanya namun itu karena mereka merasa aneh dan tak seperti biasanya,empang itu seperti telah mulai lelah untuk di mengerti?benarkah?
Dari sini aku hadir,ketika kebohongan hadir,melukiskan kenyataan itu begitu indah tapi menyakitkan,sesuatu itu menyakitkan tapi indah, tak sulit untuk mendapatkan kebahagiaan,dalam sakit itu kebahagiaan hadir,diatas kebohongan itu kebahagiaan menjelma,seolah nyata,dan apapun warna kebahagiaan itu adalah indah,dan sakit itu sirna.
kebahagiaan..kebahagiaan….
*coretan jutex*