Lompat ke isi

menyelam kembali

Maret 25, 2010
tags:

  Bosan banget dengan topik yang berbau:

pengkhianatan,perselingkuhan,curang,pengecut dan  tetek bengek lainya..Busyeettt…illfil banget setiap membuka jendela selalu terlihat dan terngiang sebentuk perkara itu.Jadi seperti ikut terbakar oleh kekacauan,dan bikin hidup tak tentram..

   Mencoba menggali beberapa perbincangan yang beberapa hari ini terjadi,bersama beberapa perempuan yang menjadi sahabat-sahabatku,tentang “Everything”dari dalam sampai luar,sepertinya aku memasuki  dunia laen,baru dan fresh,seperti misalnya tentang impian ‘Seorang pendamping’,seolah suasana balik ke zaman teenager,kita berbincang kembali tentang teman-teman saat masih di bangku SMA,whahahahha… gokil,ingatan kembali kepada cowok-cowok ABG masa itu,kayaknya cowok-cowok di kelasku keren-keren,juga dengan cewek-ceweknya,well menyelam ke zaman SMA:……

   Seragam abu-abu putih,begitu keren saat itu dengan rambut di kuncir kuda menggendong rangsel ,memondong beberapa buku,lari-lari mengejar mikrolet orange jurusan kota kecil itu,ramai-ramai berebut tempat duduk sambil guyon,tapi meskipun aku udah dapat tempat duduk,si kenek atau si soper mesti usil aku harus turun,karena tubuhku yang mungil,jadi gampang di atur,yang pasti duduk di sebelah soper atau kadang di pangku oleh teman cowok,perasaan begitu sebel,tapi begitulah keadaannya,karena waktu yang tak banyak,dan kendaraan yang terbatas,namun keadaanya tetap saja gembira,sambil ngobrol ngalor ngidul,pembicaraan yang setiap hari adalah itu2 saja,ngrasani guru-guru,bagaimana mereka menyampaikan materi pelajarannya yang bikin ngantuk,ada yang bikin gemes,ada yang bikin adrenalin tegang,ada juga yang bikin otak menjadi seribu rius,dari mulai mata pelajaran bahasa  Indonesia -matematika sebagai sang momok paten,tiba-tiba raut wajah para guru dan teman-teman itu berlalu lalang di mataku,beberapa guru idola telah meninggalkan dunia,sedang semua teman telah entah menyebar kemana,hanya satu,dua orang saja yang masih bisa ku ingat dimana mereka,namun komonikasi benar-benar telah terputus.
Dulu saat di laboratorium disaat Pak Hendra menerangkan hukum Newton,murid-muridnya sibuk bercerita sendiri-sendiri,kira-kira kelak kita akan jadi apa? ada yang ingin pergi ke Eropa saja,ada yang ingin menjadi polwan,ada yang ingin menjadi direktur dan laen sebagainya,semua keinginan itu seperti membawa angan-angan menuju kesana,namun tak ada yang berkeinginan menjadi TKI (buruh migran),masih ingat bagaimana aku berlomba mendapatkan bea siswa sampai bentrok dengan guru bahasa Indonesia,yang menjadikan aku membenci mata pelajaran itu,dan lebih mengidolakan bahasa Inggris,selama 4 semester aku tak di tanyai oleh guru itu,dan semakin membuat kebencianku menggila,namun di laen sisi aku lebih suka menyendiri di pojok perpustakaan dan sering mencuri-curi kegiatan kakak kelas yang sedang membuat sastra,aku mengagumi  karya mereka,namun saat tiba mendapat tugas untuk membikin sastra,aku menjadi ogah,dan alhasil adalah copas dari teman seperjuangan.

    Dulu sering berangan disaat menjalani “cinta monyet”aku lebih cenderung pada cowok yang cewl,sombong ,arogant,tapi otaknya cemerlang,sering memilih dekat dengan cowok sekolah laen,anti banget dengan cowok “anak mama”,sementara teman cewek yang laen,lebih suka cowok cakep.Dunia masa itu begitu indah seperti pohon alpokat di rumah tetangga sekolah,begitu tinggi ,rimbun dengan daun dan buah,selalu mejadi tempat keramat tempat berbagi,menikmati kesejukan di hari siang bolong yang panasnya ampun saat recess,tempat mangkal yang paling demen saat berdua,bergossip ria,dan curhat-curhatan.Tempat itu adalah tempat dimana yang namanya cita-cita membayang dimata,seindah,tinggi menjulang dan penuh harapan ,seperti pohon alpokat yang bisa membuat orang-orang di sekitarnya bahagia,

 Sebelum Graduation day dulu aku dan teman-teman sering ketemu dan berbicara soal siapa kelak yang hendak memiliki diri kami masing-masing,misal Anita;dia seorang perempuan yang cantik,rajin,meskipun IP dia termasuk yang paling tertinggal di antara kami,tapi dia adalah termasuk paling ulet,dia tak menyukai pelajaran apapun juga,kecuali ada hubungannya dengan uang,ternyata dia saat ini menjadi wanita kaya karena keuletannya,dalam benaknya hanya uang dan uang,sampai mencari pacarpun ada kaitanya dengan uang,sebagai perempuan beruang,tentunya dia mempunyai kriteria dalam memilih pasangan,tapi ternyata bukan mencari seorang pendamping yang beruang,dia tidak butuh katanya,tapi dia memilih seorang ‘pegawai negeri’.siapapun PNS ,asal PNS,jadi soal bagaimana si PNS itu dia tak peduli asal PNS,siapapun dia,bakal Ok.
Donna,perempuan ini sejak dulu suka dandan,sampai ditasnya bukan buku pelajaran yang ada,tapi berganti dengan peralatan dandan ala cewek jaman itu,sedang buku pelajaran di carry begitu saja,dia suka di perhatikan,dan dia suka memilih pria yang dia cintai,tak peduli pria itu bagaimana,asal dia cinta,dialah yang akan mendampinginya,perempuan ini sekarang membanting dirinya sendiri,pontang panting mencukupi kebutuhan keluarganya,sedang suami tercinta di rumah mengurus anak dan mertua,demi cintanya perempuan ini rela berkorban apa saja.
Anna.seorang perempuan cerewet,dan banyak menuntut,karena dia menyadari bagaimana dirinya yang suka menuntut ,dia berangan memiliki pasangan yang penurut,dan disaat pacaran dulu sang suami adalah seperti arjunanya,selalu mengalah pada perempuanya,lembut dan memanjakanya,for heaven`s sake..,jadilah akhirnya setelah menikah perubahan terjadi,persetruan rumah tangga selalu terjadi seganas perang dunia I,tak di rumah tak di jalan tak dimanapun mereka berada selalu berantem,tapi mereka tetap saling cinta,sudah menjadi habit kalee katanya berantem itu adalah kebahagiaan mereka,*aneh*
Dan masih ingat juga dengan para cowok,dari kesemua yang aku ketahui mereka cuma nyengir kalo di ajak bincang2 soal pasangan,tapi presentase terbesar,mereka memilih cewek sederhana,cemerlang otak,ga neko-neko,namun beda dengan Annas,cowok ini dulu mengimpikan cewek galak,kalo bisa tmboy,karena dia ga suka cewek yang doyan nangis,tapi bukan berarti semua doyan nangis toh,entahlah itu hanya uneg-uneg jaman baheulla,trus…
bagaimana dengan aku waktu itu,kaynya cuma aku yang ga punya  kriteria  bagaimana dan seperti apa pasangan yang aku inginkan,karena aku ga terlalu terfokus soal itu,yang ada di benakku bagaimana aku bisa menjelajahi dunia ini,bagimana aku bisa menginjakan kakiku di negara-negara laen,aku ingin mengenal banyak orang,aku ingin mengetahui bagaimana kehidupan orang-orang di luar pengetahuanku,aku ingin banyak belajar tentang apapun juga dari orang-orang di luar impianku,kemudian aku juga berkeinginan mempunyai banyak pacar dari berbagai negara,aku ingin merasakan bagaimana karakter pria-pria itu,namun aku tahu hal ini adalah keterlaluan,dan bahkan mungkin tabu,tapi itu adalah mimpiku jaman dulu,yang jelas,ada yang bisa aku dapatkan ,namun juga banyak yang tak kesampaian,untuk sekedar menginjakkan kaki di beberapa negara asia sudah bisa aku lakukan,meskipun mimpiku adalah mengelilingi dunia yang maha luas ini tak kesampaian,sedikit dari apa yang sudah pernah aku dapatkan kini sudah sangat beruntung dan bersyukur,soal banyak pacar dari berbagai negara sedikit kudapatkan namun ternyata ribet,justru bukan sebuah keindahan seperti yang aku impikan,boro-boro pacaran,di deketin saja sudah lari tunggang langgang, pria itu mengerikan…,

  Perbincangan dengan bolo-bolo raket itu kembali mengingatkanku pada tujuanku semula,untuk apa aku disini,apa yang aku cari,selama ini aku  hanya berfikir soal bagaimana aku bisa mencukupi kebutuhan keluargaku,sebagian dari mimpiku telah aku kubur,seperti aku ingin melanjutkan kuliah dan memiliki tutorial di desa,dengan harapan anak-anak desa itu tak ketinggalan dengan anak-anak kota,hanya di karenakan fasilitas dan keadaan yang minim di desa ,jadi sering ndersulo ‘piye toh,haiyah uripmu yo uripmu,uripku yo uripku’.sering ku merasa teramat sangat kesepia tanpa siapapun di sekitarku,tak ada sodara,orang tua,kekasih,ataupun teman,sepertinya aku hanya mengarungi hidup ini dengan kesendirianku,aku ingin seperti masa SMA dulu,tapi waktu telah berkata laen,dia telah menunjukan dunia yang laen,da aku harus meneruskan perjalanan mau tidak mau,perjalanan ini tak seperti impian di masa SMA,sungguh berbalik,bahkan benar-benar melenceng dari mimpi itu sendiri,keluar dari prediksi,”Hidup yang sebenarnya”penuh liku,dan penuh perjuangan untuk survive.Keindahan masa muda itu…..

 Kini semua itu telah berlalu begitu cepat dan tak terasa,namun sering menyayat,dimana ,hanya seekor poddle yang di tinggal si empunya jadi sahabatku,selalu mengikuti aku kemana aku pergi,duduk di pangkuanku saat aku duduk,tidur di kakiku disaat aku santai di lantai sambil baca-baca buku atau buka-buka laptop,memandangi aku saat aku menangis sambil tangannya sesekali menyentuhku,bengong saat melihatku berbicara di telephone dan tertawa atau mungkin dia iri saat aku kangen-kangenan,dan mencakari lenganku saat aku makan raisin bread,karena paling suka makan roti ini,setiap tau aku makan roti ini dia selalu mengejarku dan melompat2 ingin merebutnya,aku sering bercengkrama dengannya dimana dia cuma memandangiku tanpa sepatahkatapun keluar dari mulutnya,aku bertanya dan aku menjawab sendiri pertanyaanku seolah dia  yang jawab,menimangnya,dan memarahinya(crazy mode on)

   Sesekali aku melirik ke daun jendela,disaat malam pekat,aku sering bertanya,bagaimana kehidupan ku nanti jika aku telah menikah?berarak khayalanku ke sebuah pulau impian baru,dimana aku takberani membayangkan sebelumnya,namun entah mengapa imaginasi itusering muncul di saat aku sedang sendiri membayangkan hubby  dengan tingkah lakunya,memarahi anak-anak saat mereka nakal,bermanja-manja paa hubby saat anak-anak sudah pulas tertidur,sampai bagaimana harus menghadapi jika sedang berantem dengan hubby,akan kah hubby mengerti apa yang aku mau?bagaimana jika dia tidak,bagaiman aku akan cure the pain saat ku ketahu diaselingkuh?akan kah dia melakukan perbuatan bodoh itu,lalu bagaimana dengan aku sendiri,aku hanya ingin seperti di bayangan mimpiku itu?seperti apa,bagaimana?

  Simple sebenarnya,tapi aku sungguh bahagia meskipun hanya sekedar membayangkannya,aku tak pernah tahu dan tak bisa memprediksi bagaimana kehidupanku kelak,itu masih sebuah mistery ,sementara masa-masa indahku telah menjadi memory  namun sungguh teramat indah..sementara saat ini,keadaan hidup yang nyata ini,aku berkejaran dengan waktu,di dampratnya,di maki dan dilemahkanya aku,namun aku selalu berusaha untuk positive dan survive,perjalanan ini belum usai,beratus kali kalimat ini selalu menjadi penguatku,sampai kapan ….

kok rasanya aku seperti hendak melayang….

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.