tanpa judul
Diett… sorry gwe telat…anu.. errrr….gara-gara semalam gwe cerita ke lo ,kampreettt..gwe mimpi lagi,Jiamputt!! mimpi basah gwe kejebur bathtub,Anna ngos-ngosan nerocos tanpa aku meminta alasan mengapa dia telat,aku cuma cengar-cengir sambil mempermainkan octopus card di tangan ,sebenarnya aku heran dengan perempuan ini dia begitu mata terbuka dia ngoceh ga habis-habisnya,suara lantangnya dan deraian tawanya memekakan telinga tapi dia adalah sosok yang sering membuat aku iri,karena detik-detik waktunya penuh dengan tawa,dalam keadaan apapun,lebih heran lagi dia lebih suka memperbincangkan suaminya ketimbang urusan kerja,bahkan soal dalam negrinyapun dia suka memperbincangkannya,tak kenal waktu dan tempat dan tentu dengan deraian tawa maha lebar memenuhi bibir sexnya,hal yang sering membuat aku manyun dan kadang uring-uringan sendiri,karena aku sering lalai dengan apa yang aku kerjakan di rumah setelah usai kerja,hanya dengan sabar dan setia mendengarkan celotehnya,dari urutan pertama urusan dalam negerinya bersama suaminya yang bikin aku bengong,manyun dan bertanya-tanya,kadang membayangkan “What`s look like” dan “Would I be there too”hahahaha.. the sound is like i wanna that too,okay…urusan couple in love …will I get it later?urusan Tuhan..Ndongo..ndongo…
Balik ke kikikkakaka-nya dia,betapa beberapa hari ini dia begitu antusias dan berkobar soal bercerita tentang kegagalan intercouse di honeymoon mereka ,acara berantem dan saling tidak mempercayai membuat suasana bulan madu terburu-buru itu menjadi sebuah nightmare bagi mereka,berbalik saat berpacaran meskipun LDR menurut dia adalah lebih indah di banding setelah pernikahan,kenapa? disaat jauh mereka begitu menikmati pacaran lewat phone,surat dan net,setiap kalimat yang keluar terucap adalah kalimat yang manis-manis meskipun dalam keadaan terpaksa karena harus menyimpan kedongkolan karena sesuatu yang kecil terjadi namun bagi perempuan adalah sangat menjengkelkan,tidak tepat waktu saat janjian dan alasan yang di buat-buat,sapaan mesra sering membuat keduanya terlena,suara lemah lembut di telphone memperdaya pendengaran dan meruntuhkan hati ,sebuah photo dengan sunggingan senyum manis bibir berpoles lipstik merahjambu membuat kepala nggliyeng ,itu adalah hal yang sering mereka perbincangkan dengan aku dan juga teman-teman,aahhhh kenapa keindahan itu menjadi berubah menjadi bumerang saat usai menikah,hanya dalam sehari setelah ijab qobul terlaksana ?pertanyaan yang selama ini mengendap di dadaku dan tak berani mengutarakan,kecuali hanya menjadi pendengar dari segala unek-unek dari mereka,sebagai orang tengah dan tentunya aku sangat bersyukur karena telah di percayai untuk bisa mendengarkan keluh kesah dari keduanya,yang tentu sunggh membingungkan,karena mereka adalah sobat baek ku,dan perlu kutahu aku tak boleh memandang apalagi memberi advise yang memberatkan sebelah,karena aku cenderung dekat dengan Anna ketimbang suaminya,well soal dalam negerinya hanya telinga dan hatiku yang boleh berkata,tanpa menjudge mana yang benar dan baek,aku tak mempunyai keahlian untuk menilainya karena aku lebih dodol ,ga mudeng..meskipun dengan spontan setelah mereka mengadukan permasalahan(oops….)langsung aku meminta bantuan mbah Google untuk sekedar memberi tahu gimana sebenaranya hal itu seyogyanya terjadi agar keduanya bisa mesam-mesem seusainya,namun aku malah jadi manyun sendiri,what`s the hell..wahahahahaha…bukan untuk mereka doang semestinya berita itu akupun berfikir I wanna get it too,great semoga itu benar,”Menikahlah!”
Beginilah akhirnya,menjadi seseorang yang mungkin tak terlalu di butuhkan tapi sangat berguna untuk tempat pelampiasan damprat,masalahe keterbatasan segala hal dari jarak sampai alat komonikasi yang tak memungkinkan untuk segera menyelesaikan permasalahan jadi semakin membuat keadaan menggelantung seperti kelelawar di pohon jambu air,dan berharap semoga petir tak akan memporak porandakan tidur nyenyaknya di siang bolong,disiang hari kesibukan bisa menghibur gencatan hati yang terjadi namun di malam hari gencatan birahi membuat sobatku ini plonga plongo(know nothing) ikut prihatin juga,hiskkss.. jadwalku dengan lopher(uhmm…?!really?!) pontang panting..pengen meraung juga bag singa lapar,emang cuma kalian doang yang kangen ,aku dan sidia ga..apess…okay ga menggerutu cuma sedikit yell aja dari dalam sana..aman-aman saja..hansip dalam dada sana selalu siap untuk membantu agar tidak banyak komplain dan mengeluh,that`s what friend to be..
Kenapa sobatku bisa mengalami hal yang berbalik seperti ini,mereka bukan tidak saling mencintai ,apakah ini adalah effect dari LDR,tidak bisa menerima keadaan yang sebenarnya atau karena demam/kaget karena tak mampu menerima keindahan dalam berumahtangga,belum mampu menghandel emosi dan keterbiasaan(free but was curbed)?
Seiring bermunculan hal-hal yang tentu membuat kecemburuan mencuat karena beberapa mantan dari pasanagan bermunculan di layar handphone,deringan-deringan yang menggoreskan ketidakpercayaan karena kisah masa lalu beralur melaju seakan ingin menghidupkan kembali dunianya,saat masih bersama.Simpang siur dan saling menyalahkan,mengangakat tema “Masih sangat mencintaimu” .
Dari mana mereka dulu mengawali langkah tentu dari mengikuti jejak kaki para bidadari,sehingga tumbuh dalam jiwa dan raga “I needed you”dan mungkin juga berasa “I hope you are the one I share my life and could be die with” semoga itu benar.
So bagaimana harus mengembalikan kepercayaan itu,sementara keadaan tetap berjauhan,mungkinkah jika mereka balik suasana akan lebih baek atau semakin runyam?disatu saat aku sering menyarankan dia untuk megambil cuti untuk menyelesaikan masalah,namun jawabannya justru mengejutkan,cuti untuk bercerai adalah posibble*kaget sampai melompat*. Benarkah segampang itu,cinta tak harus memiliki,menjadi patokan akhirnya,mungkin jodohku hanya sampai disitu,lha terus….
Sungguh indah syair-syair saat inlove,lagu-lagu yang dinyanyikan adalah lagu tentang cinta,membuat seolah itu adalah nyata,sungguh indah,bahkan di putar berulang-ulang,dan berdoa semoga dialah the one,mungkin ini adalah lumrah dan bukan sebuah kejutan bagi mereka yang sedang inlove,dan bahkan tulisan-tulisanpun akan menggambarkan bagaimana perasaan mereka yang dalam keindahaan dan jika boleh di bilang terhipnotis oleh keindahan cinta itu,namun jika terbentur oleh keadaan yang membingungkan seperti melototi buah durian,kelezatan buah didalamnya pasti yang di impikan,tapi duri yang membungkus kelezatan itu yang harus di selesaiakan,mau diapakan durian itu yang jelas dibelah toh ,tapi gimana mesti mbelahnya ,dari bagian mana ,dengan apa? (terbersit keadaan yang menimpa diriku juga).
Simalakama,sering di gunakan sebagai pilihan kata saat menghadapi ketidakpastian dari sebuah masalah diantara nyata dan tidak,”Tak ada sinetron di alam nyata,mbak yu”seorang teman pernah bilang hal itu.Tatkala menghadapi kenyataan yang membuat mata dan hati tak percaya,namun benar-benar nyata adanya ,saat hati telah terasa hancur,namun ada pihak yang mengatakan bahwa itu tidak benar,kenyataannya bukan begitu,suatu saat nanti semua akan menjadi nyata….bukankah ini hanya permainan kata-kata,siapa yang bodoh,dan siapa yang pintar ,yang pintar membodohi dan yang bodoh ikut membodohi dirinya sendiri,komplet ….pernah di pertanyakan landasilah cinta dengan respect dan percaya,maka cinta kalian keindahan dari cinta itu akan nyata,namun bagaimana jika tak ada respect dari salah satu pemilik cinta itu,bukankah keadaanya membuat salah satu pihak menderita karena merasa tak dihargai dan merasa hatinya tak berarti?
Salah satu dari mereka bahkan ada yang dengan nyata membohongi dirinya sendiri dengan membutakan mata hatinya,menulikan pendengaran dan berbohong mulutnya,karena hanya demi sepotong tawa,aku adalah satunya,terlalu konyol tapi hidup harus go on,hiyahh tak harus begini mestinya..
Keluarga sakinah,sebagaimana sering di diskusikan oleh kedua temanku di dalam telephone saat pacaran dulu,suaranya sungguh indah,meskipun sekarang keadaanya berubah,namun aku berharap semoga kemelut mereka bisa cepat dapat solusinya,mudah2an mereka cepat ingat akan janji mereka saat ijab Qobul,dan impian mereka saat masi berpacaran.
`uneg-uneg`