5th November tear

2009 November 12
by babynda

Di bawah kaki langit yang mulai kelam,disitu aku mulai menapakkan kakiku di atas kerasnya aspal yang menebarkan aroma debu,membatukkan dadaku,meremangkan pandanganku,mengkotorkan mukaku,diatas langit ku pandangi sebilah rembulan yang sedang kesepian menanti entah..mungkin sang dewa bintang atau mungkin Arjunanya namun siapa ,tak satupun yang dapat kumintai jawaban,namun dalam buku dan kata orang-orang yang mendahului aku ,bulan itu memang pasangan terkasih dewa bintang matahari,namun karena mereka saling mengasihi ,dan dewa bintang tak ingin pernah melukai bulan,akhernya dewa bintang memutuskan untuk hanya mmemberi kasih sayangnya dari jauh,dengan hanya memberi tanpa mempertimbangkan ataupun menuntut imbal balik..demi keindahan dari cinta kasih itu terpancar membias indah ,kasih yang tulus selalu memancarkan ke indahan..
Gelap dan sepi, hanya suara gaungan dari hentakan sepatu di atas aspal yang mulai dingin yang bisa ku dengar,aku selalu ingat moment hari ini,hari ini setahun yang lalu aku bersamanya,aku merasakan hangatnya canda tawa dan juga aliran hangat di hatiku akan sebuah kisah sayang dan kasih,tak banyak yang aku suka ,memeluk dan merasai nafasnya dan mempermainkan dagunya yang berbulu,adalah sesuatu yang membuatku lupa akan segala macam kepenatan hidup dan entah dari khayangan mana aku turun
Hari ini dia ultah,tadi malam aku menelphonenya,namun tak banyak yang aku ucapkan selain ucapan happy birthday dan secuil wishes,aku menggigil mendengar suaranya,sakit itu kembali menghujam dada dan tenggorokan tersekat ,tak ku ijinkan airmata ini meleleh ,gila benar jika aku meneteskan air mata,’Cengeng’..bukan jamannya ..
Mungkin dia telah bersama keluarga barunya atau mungkin dengan Perempuanya,persetan aku hanya memberi ucapan selamat,namun sisi hatiku mengolokku,”damn “wanita tak berharga diri”..
hew de javu…..bukan..entah bagaimana aku mengartikan perasaanku saat itu,bersama keadaan di sekelilingku yang tak ubahnya seperti mengejekku,seperti seolah aku benar-benar telah kehilangan akal sehatku dan menjadi seorang perempuan yang tak mempunyai statement,bag seorang yang brainless,aku hanya mengalihkan kesan serius terhadap otak ku yang sekian lama banyak tersita ruangannya karena dia ,mungkin aku harus komplen dan mencurhat pada Tuhan,”Mengapa…”dengan sekian ratus pertanyaan dan pernyataan..namun semua tak ada yang lebih baek dari sekedar act crazy…
Sebuah koment dari jejaring sosial facebook ku mencuat,”karena kesakitanmu itu kamu menjadikan dirimu anak Jutex seperti itu”whuhuhuhu… ga ngurus kecuali reply ngakak,yang sebenarnya seberapa jauh kamu guys mengerti akan diriku…Sebotol cola telah aku seduh habis,tak kukenali rasa cola di tenggorokanku,kecuali kuteruskan perjalan menuju pintu gerbang desa,disana ku jumpai orang-orang yang tak asing bagiku tapi ku tak mengenalnya,hanya anggukan dan sebersit senyum kulakukan pada mereka,begitu juga sebaliknya dengan mereka.Beberapa orang Filipina bercengkrama dengan bahasa Tagalok dengan riuhnya ,tawanya menderai seperti aliran listrik PLN yang katanya sering padam.
Ku genggam mobilephoneku yang menyala dengan deretan-deretan tulisan memenuhi layar monitornya,kabar berita tentang pejabat-pejabat Indonesia yang beradu sumpah untuk meyakinkan para pendengarnya bahwa dengan sumpah mereka adalah tak berdosa,korupsi,kriminalisasi dan dakwaan pembunuhan,persetruan antara KPK,Polri,dan Mahkamah Agung,istilah mereka dalam persetruan “cicak vs buaya’,menjadi bahan bacaan rutinku,seperti menonton drama telenovela,setiap jam berganti topic dan kabar baru,perdebatan dan greget masyarakat membuatku semakin antusias untuk mengetahui akhir dari serial itu,sedikit terhibur kalo boleh aku utarakan meski picik karena aku merasa sedikit terobati yang artinya aku tak sebegitu lara,namun negriku dilanda sakit .
Peluhku menetes saat aku membuka pintu dan mendorong pintu masuk untuk ku buka,sepi dan gelap,tak seorangpun ada di dalam ,saat kuletakkan hand bag ku di atasmeja samping ranjangku,kulihat beberapa messages bertengger di telephone display ,dari teman-teman,dan aku tak berniat untuk mengembalikan panggilan ke mereka,ku rebahkan diriku di atas dipan berselimut biru bertaburkan bunga ungu,bayanganku kembali kesana ,file demi file bayangan dirinya kembali mempermainkan imaginasiku,ingatanku akan dansa tanpa musik bersamanya membuatku terbangun untuk merindukannya,aku menginginkanya,dirinya dalam pelukanku dalam ciumanku.Ku bergidik dan berjalan ke dapur kuambil sebotol air mineral dan kubawa ke jendela,tak banyak pandangananku bisa menembus keluar,gelap menghalangi pandaganku,dari sebuah jendela ,di seberang bangunan apartemenku yang seharusnya itu adalah sebuah jendela toilet,jendela itu sedikit tekuak ,penerangan yang memancar keluar dari ruangan itu memberikan penerangan dimana dengan tak sengaja aku melihat sosok pria sedang mandi,sekilas terlihat dada sampai separuh pubic berbulunya,tak juga aku beranjak,bukan aku menikmati pemandangan itu ,cuma aku sedikit penasaran pengen mengetahui reaksi pria itu,jika dia sadar bahwa ada seseorang yang memperhatikanya ,mungkin dia akan segara menutup jendela itu dan buru-buru menutup dirinya dengan handuk dan lari kedalam rumah dan mematilan lampunya,atau mungkin dia akan berteriak “Kurang ajar ‘ kepadaku.Detik berlalu,aku masih berdiri dengan ujung botol aqua tetap di mulutku,pria itu menyadari keberadaanku,dia menghampiri jendela,tapi bukan menutupnya,justru membukanya lebar-lebar,dan dengan cepat dirinya berselimut handuk tapi membiarkan sebagian tubuhnya terbuka,sekalipun alat genetiknya yang berselubung bulu terpampang ,dia menghadap jendela dengan pandangan matanya menantang,aku segera beranjak dengan membantingkan botol aqua kedalam basin dan menimbulkan suara keras dengan yell “hell..son of bitch”….
Ku urungkan langkahku menuju kamarku ,langsung menuju serambi,disana bunga-bungaku menyejukan pandanganku,namun tak lama,ingatanku kembali pada masa-masa denganya,bila malam hamper larut bercengkrama dengannya lewat telepehone,seolah sedang berdua dan bersama memadu indahnya kasih,di lantai serambi diatara bunga-bunga yang tergantung di pinggiran pagar,dengan di temani laptop menghabiskan weekend ngakak ,kongkow di berbagai situs ,jejaring sosial.
Semua telah berlalu sejak aku pulang dan bertemu dengannya,sebulan kemudian dan akhernya menuntunku untuk mengerti dan memahami keadaan dan arti dari pertemuan selama 21 jam bersamanya,jalinan selama ini adalah lelucon dimana aku telah terlalu masuk kedalam alam ghoib cinta,yang penuh dusta dalam kenyataan.
“Kamu adalah satu-satunya teman perempuanku yang aku panggil HUNNY….”
Berakit-rakit ke hulu,bersakit-sakit lah aku menjalani kenyataan lelucon ini,”Hi ,Jutex..sudah waraskah hari ini” itulah sapaan-sapaan yang sering menyertai hari-hari ku.”Belajar waras”jawabanku sama dengan membludaknya koment ke kentiranku…model “DAWET” yang artinya dada lagi ruwet alias sumpek bin jutex,njamur dengan fesbuker-fesbuker hanya agar otak ku tak di isi oleh keinginan-keinginan yang tak tercapai,e-negh dengan segala macam kesetressan akan job dan segala macam upaya pembunuhan atas cinta yang telah menghijau ,tapi sumprit cinta itu telah mengakar begitu kuat dan dalam,dimana hampir menjebol inang hati tempatnya tumbuh,bahkan atmosfer nyawa yang melindungi dan memberinya hidupun hampir sirna,’wolo-wolo kuato…’
Detik selanjutnya,bantal yang sebenarnya tak begitu kuperlukan ,karena dia hanya sebagai penopang saat aku tidur yang seringnya hilang di pagi hari(tidur model kitiran),sering menahan amarah dan sakitnya diamana selalu menjadi sasaran amarahku,mungkin telah pekak karena teriakanku dan andai punya tulang telah remuk karena pukulanku,disinilah kekuatanku tumbuh perlahan,aku harus hidup tanpamu ,mati tanpamu.
Aku harus hidup demi kehidupan yang laen meskipun tanpa kehadiran dan cinta leluconnya,aku harus bisa membunuh cinta lelucon itu jika tidak aku akan membuat hidupku mati dalam berbagai cerita,keinginan,dan harapan,aku harus tetap hidup ,berjalan,makan,dan bercinta di suatu hari nanti,tanpanya…

Satu Tanggapan leave one →
  1. 2009 November 15
    radityariefananda permalink

    hff…sabar deh bear..

Tinggalkan Balasan

Note: Anda dapat menggunakan XHTML dasar di komentar Anda. Alamat surel Anda tidak akan pernah dipublikasikan.

Berlangganan umpan komentar ini melalui RSS