Dia duduk di pojok ruangan kamar sempit yang selama bertahun-tahun di huninya,tak satupun ucapan kata yang keluar dari mulutnya,hanya sebuah laptop dan handphone yang kelihatan masih menyala,yang jelas dia tak sedang bermaen-maen dengan facebooknya,tak ada skin facebook di laptop tapi sebuah gambar entah seperti benang ruwet kelihatnya tapi lebih mirip dengan se sunduk permen lolipop,dia tak berbuat apa-apa kecuali duduk ,bersandar pada pojok dinding dengan rambut tergulung ke atas dan wajahnya kelihatan sedikit pucat,dengan hanya kaos tanpa lengan dan celana pendek lebih menampakkan betapa dirinya itu sangatlah ringkih,namun matanya menunjukkan sesuatu hal seperti api,merah dan segumpal air menggenang di sudut matanya,namun tertahan..
Hari ini telah berganti dan mataharipun telah pergi menemui kekasihnya,dan mendungpun menyapa karena kegelapan membuatnya tak melihat sipapun dan apapun,dia menggigil karena dingin dan sunyi.Perempuan,dalam sepi beragumentasi dengan dirinya sendiri,menyatakan dirinya adalah seorang perempuan yang terlunta dan tersakiti,karena kesunyian telah mencabik semua mimpi-mimpinya ,bukan sebuah dendam di dadanya yang membuat dirinya terjatuh dan bangun demi sebuah penuntutan,tak satupun manusia yang bisa memahami keinginan dirinya,karena dia hanya berteman dengan sepi ,mungkin hanya angin yang bisa mengerti dan bisa memaklumi keganjilan-keganjilan dirinya ,namun yang jelas,dia hidup nyata dalam dunia yang sepi..
Kini dia menulis sebuah nama ,tak asing nama itu sering menghiasi hari-harinya,nama itu adalah penyapih dirinya dari semua keinginan yang ada,dia terus menulis dan menulis,segurat senyum dibibirnya yang kering,dan sepotong kata keluar’Uhmm..’..dia bangikit namun duduk kembali,seakan enggan untuk meninggalkan tempat duduknya semula,dia mencoret tulisan demi tulisan yang baru saja dia tulis,dan membuat tulisan itu tak berbentuk kecuali lingkaran-lingkaran seperti benang tak beraturan,dia menundukkan kepalanya dan tanganya mendekap dadanya,yang kemudian bergoncang -goncang seperti perahu oleng di terpa gelombang.Kedua tanganya berpindah mendekap wajahnya yang basah,menetes ke leher dan rambutnya acak-acakan,menjadikan dia sosok yang berbeda,seperti di makan horor..
Dia terlentang dan pandanganya merawang,tak bergerak seperti tlah terpaku diatas ranjangnya,mata itu tetap seperti api,merah diatas putih pucat,dalam gelap sedikit terang karena cahaya laptop menyindari ruangan.
Kelihatan dia sedang menikmati sesuatu di dunianya,sesekali terlihat mulutnya bergerak dan sesekelai nafasnya tersengal,dia terkapar dengan mendekap teman terkasihnya,sunyi..
1 Komentar
Juni 4, 2009 pukul 9:49 am
assalam…
cerita yang menarik..nice post
kunjungan balik sangat diharapkan