Aku terkapar demi kepuasanmu
Nafasku ngos-ngosan,bibirku mengering,dan mataku terpejam namun terus berlinangan air mata,badan semakin memanas,sepertinya aku telah mencapai 100 derajat celcius.endidih sepertinya kepala dan dadaku aaaahh terbakar sepertinya yang benar,aku mulai mendesis seperti ular berbisa menahan amarahnya,aku menggelepar seperti ayam yang baru di sembelih,tubuhku menggigil mengeluarkan keringat namun aku kedinginan,sementara jiwaku mulai melayang-layang ,aku terus menggelepar,terus bergumam dengan entah apa yang aku telah katakan yang jelas aku hanya bisa mendengar”Ya Allah”
“Diet”..”Diet”…”Bangun,kamu harus segera ganti bajumu ,cepat”.Suara itu lembut dan membuat aku membuka mataku namun aku sangat malas,semenit kemudian aku telah kembali melayang-layang,aku seperti tidak sedang di bumi ,sungguh ringan aku membawa tubuhku,aku mengagumi keindahan langit dan bumi di bawahku,semua nampak hijau ,kuning ,merah dan kelabu,aku melihat segumpal awan datang menyapaku “Hey Hunny,selamat datang di…”.Aku menunggu kelanjutan kalimat awan ,namun dia kembali minggir dan tak melanjutkan kalimatnya.
Aku menoleh ke sebelah kiri ,seekor kupu terbang menari,dan hinggap di sekuntum bunga di depanku,”Hey hunny,selamat datang di….”.aku kembali memandangi keindahan sayap kupu yang seolah berkedip-kedip di mataku.Namun kupu itupun minggir malah terbang entah kemana,dan tak melanjutkan kalimatnya.
‘Diet…bangun!’ Sebuah bentakan keras dari Donna,aku berusaha membuka mataku ,kini yang aku rasakan adalah rasa linu di seluruh tubuhku dan kedinginan.102.2,fieuh..aku berfikir keras bisa kebakar neh otak ku,keder juga ,aku lihat beberapa temanku duduk di ranjangku sambil mlongo,”lhoh …mumpung gratis yah?” aku menegur mereka ,yang dijawab dengan hantaman sebuah bantal ke pantatku,aku hanya nyengir dan terus ke kamar mandi,entah sepertinya aku salah masuk kamar ,penghuni kamar tersenyum dan menuntunku ke kamar mandi,seraya berkata”You got the wrong room sweety..”.
Aku merendam diriku di bathtub sampai aku mndengar ketukan pintu dan sebuah suara tak jelas,yang akhernya aku terpaksa bangkit,kepalaku maseh teramat sangat berat,dan badanku juga menggigil setelah keluar dari permukaan air dan setelah berpakaian aku segera membuka pintu dan wajah Donna kelihatan begitu cemas,dia memandangiku sambil merangkul pinggangku,”Lama banget seh ,aku kira dah ko`et di dalam”sambil mukanya manyun dia duduk ditepi ranjang,sementara yang laen keluar,”Jadi aku sekarang show off gitu dah siap di record tha?”sambil melempar handuk aku melotot keDonna,dia menggerutu entah tapi yang jelas dia keluar dan menutup pintu kamar.
Terduduk aku di tepi ranjang aku diam dan kucoba untuk merasakan betapa denyutan sakit di seluruh tubuhku itu seperti berlomba namun entah apa yang sedang mereka perlombakan,mencincang habis tubuhku ato mereka sedang marathon,aku membayangkan virus-virus yang menyerangku itu sedang berpesta pora,mereka mestinya sedang mengadakan party kemenangan atas keberhasilanya menumbangkan aku,menjadikan diriku semacam servent dan tempat kesenenganya,mestinya sedang tertawa dan beberapa sedang mabook oleh arak darahku,bahkan mungkin ada yang bergelut memperebutkan bagian -bagian tertentu sehingga saling baku hantam,karena aku mersakan kadang di beberapa persendianku sakit teramat sangat namun sejenak kemudia reda dan ganti di bagian laen kepala dan punggung..
Yelling mereka membikin aku tak bisa mendengar suara laen dengan jelas,dan hawa mereka yang beracun sungguh membuatku panas,sungguh mereka telah mendapat kepuasan dari napsu-napsu mereka menggeluti aku,sampai aku benar-benar terkapar,kini mereka tertawa dan menangis dalam kepuasan,aku hanya bisa mlongo..ho-oh..
“Diet semaput tha?” ketukan pintu itu membuyarkan lamunanku….