brugh..cuitttt
see me..see me..Masih dalam kerudung teman setiaku berbincang kepada Tuhanku,dan hati yang semakin pedih ,bukan karena perjalanan beberapa hari yang menyebabkan aku terkapar,teriris dan berkubang dengan kebingungan,Ya Alloh aku sangat menyayanginya,dan dini hari ini aku membuatnya sedih karena egoku,aku hanya tak ingin dia mengkhawaterkan dengan keadaanku,dia sudah begitu banyak membuat aku bahagia,aku tak ingin membuatnya terluka,namun justru egoku membuatnya sedih,apa artinya air mataku jika sesuatu itu telah terlanjur
Aku kini hanya duduk di lantai dingin ,di pojok kamar sempitku,yang telah menjadi beku dan mencekam oleh rasa di dadaku sesak dan sangat sakit,ku merasa semakin padat apa yang aku rasakan,dari hari pertama sejak lima hari ini,pekerjaan yang begitu membuatku stress ,tuntutan -tuntutan untuk mengejar harapan boss benar-benar membuat semua orang di perusahaan ini pontang panting,tak satupun yang lolos dari amarah,dan koment-koment yang memualkan serasa ingin muntah,seakan jerih payah selama ini tak ada harganya sama sekali di mata orang-orang sipit itu,tiap jam aku escape dari tempat satu ke tempat laen,dari jalan ke trotoar dan menggeret sekantong plastik besar ukuran onta,OT sampai esok hari kulakukan demi tanggungjawab dan menghargai mereka sebagai sosok-sosok yang memberikan suatu harapan buatku dan keluargaku,akupun lelah .Dampratan menyakitkan adalah obat penat dan pembakar lemas,aku hanya punya modal semangat..
Sejak beberapa hari juga seperti air mengalir,jika sudah ada jalan seakan yang laenya gampang banget ikut hanyut,dari masalah kerjaan mengalir pulalah masalah dari seberang laut sana,pesan-pesan yang membuat aku nggeliyeng itu bukan berita mengerikan tapi hanya membingungkan.kulihat kembali catatan-catatan di agendaku,angka-angka yang tergores disana seperti bintang-bintang pijar yang menyilaukan mataku hingga sampai membuat kepalaku seperti di keroyok tawon berbisa,betapa jaman saat ini suka banget dengan hal-hal yang besar,masa angka-angka yang tertera itu nilainya semua adalah juta,ini sekian juta,itu sekian juta,benar-benar hebat,ratusan dan ribuan seperti daun kering yang ga di senggol-senggol.
“Tanggal 12 sudah paling terakhir loh ,mbak!?”suara diseberang sana,adekku mengakhiri kalimatnya,aku hanya bisa bilang “Hu`um”.Dan setelahnya aku hanya duduk diatas kursi dan menghadap laptop yang penuh dengan attacment-attacment scarf dari India,aku akhirnya seperti orang linglung,kemana aku akan lagi mencari dollar demi mencukupi kebutuhan mereka yang begitu mendesak,sedang setiap bulanya saja aku harus mengikat pinggang erat-erat,setiap waktu aku harus merogoh tabungan yang semakin hari bukan semakin tambah tapi semakin berkurang,seperti halnya tubuhku saat ini semakin hari semakin skiny.
Kembali aku berlari dari sebuah gang apartement dengan maksud melalui subway terdekat,keadaanya tak seperti biasa kali ini baru saja pasukan kuning memebersihkan jalan hingga air menggenang disana sini dengan warna hitam pekat,namun kepalang tanggung kucincingkan tracksuit celanaku dan meneruskan perjalanan setengah berlari,dengan nafas masih separoh ngos-ngosan,sebuah SMS masuk handphone bergetar”Mbak,pls call,home”.Tak banyak perintah langsung dial IDD+home,segera suara disebaerang sana menyapa”Hallo..assalamualaikum…”aku kaget banget suara diline itu adalah suara ibuk tapi sangat beda seperti sedang menangis tapi bukan seperti sedang mengunyah makanan juga bukan,sedang berkumurkah..?tambah heran
Suarabergetar itu membuat aku semakin teriris sejak aku mengetahui ternyata ibuk sedang sakit,dalam hati aku berusaha mencari-cari Tuhanku,untuk memohon agar ibuk bisa segera sembuh dan kuat menanggung bebanya.
Aku ..apakah aku ini anak durhaka yang tidak mendengar kata orang tua?aku setiap kali hanya disuruh pulang dan menikah agar beban orang tua bisa terkurangi,ibuk sering sakit kepalanya kumat dengan di awali tensi darah tingginya naik,acapkali mendengar omongan orang yang sekedar simpati tapi di ilhami laen oleh orang-orang sepertihalnya orangtuaku,seakan mereka mendapat tuduhan bahwa mereka telah sedang menjerunguskan aku ke dalam kesengsaraan demi kebahagiaan keluarga,Ooh demi Allh aku tak menyalahkan siapapun,apa yang aku lakukan berdasar cinta dan keiklashan murni dari hati,aku tak menginginkan pujian atau imbalan apa-apa,aku hanya mengharap Tuhan senantiasa berada disisiku mendengar curhatanku setiap detiknya dan membimbingku agar aku tak salah jalan.”Mbok yo di bawa ke dokter,toh bu,jangan di biarkan kalo sakit..”dengan kekhawatiran aku berusaha memohon,namun apa jawabanya sungguh membuat aku lemas dan tak berdaya”Yang dibuat suntik opo,di buat nempur(beli makanan) dan sekolah setiap harinya saja pas-pasan ,nanti kalo waktunya sembuh kan sembuh sendiri.lha mau jual kambing,masa suntik 15 ribu aja nuntun kambing ke pasar?Nduk..”deghh….
Duh Gusti…jatah selama ini masih juga belum mencukupi, hanya berobat 15 ribu aja masih belum bisaaku telah mengeluarkan sebagian besar gajiku untuk keluarga tapi kenapa kebutuhan keluarga begitu banyaknya,aku sepertinya telah mengakar di tengah jalan dekat sapu-sapu lidi dan tong-tong sampah,kepalaku mulai berat dan mataku mulai panas,aku sepertiya sedang tidak ditarik oleh gravitasi bumi ,sepertinya bumi telah mengijinkan aku melayang saja mengikuti angin,bruughh…”Aaaaarrgghhh….!!!!???”aku menjerit dan kemudian bergetar seluruh tubuhku melihat apa yang terjadi dan menyaksikanya,bersama beberapa orang yang spontan berhenti dari aktivitas mereka dan menoleh serta memandangiku mungkin, aku kurang jelas,kusaksiakan gimana handponeku jatuh terjerembab kedalam genangan air hitam dalam keadaan masih menyala,namun kemudian gelap,tak kuhiraukan rasa jijik pada air pekat dan bau buru-buru aku memungut kawan setiaku itu,namun telah terlambat,aku tak dapat berkata apa-apa,cuma dadaku yang sejak pagi terasa sesak semakin sesak dan kerongkonganku tersekat,aku ingin marah,ingin menangis atau ingin apa,aku tak mengerti,melihat wajah keriput dan tubuh kurus perempuan tua di sebelahku yang sejak tadi menggandoli lenganku memohon maaf,aku belum bisa merespon apapun kecuali membersihkan handphoneku dengan tissue,beberapa orang menanyakan keadaan handpone,tapi tak satupun yang bisa kujawab,aku tiba-tiba kelu tak bisa berkata apa-apa menahan sakit yang menjalari kerongkongan seakan mengunci mulutku,baru beberapa bulan handphone itu aku beli haruskah kini aku kehilangan dia?aku tak lagi berfikir kemana aku harus pergi,aku telah sejenak lupa,”siuce,tuemchi a..”perempuan tua itu terus memohon ke aku ,karena dia yang tak sengaja menabrak aku saat dia mau mengambil air dan sapu untuk memebersihkan selokan disamping jalan,aku tak tahu harus bagaimana,aku hanya diam dengan kekakuanku,namun kemudian aku memandang wajahnya,aku jadi teringat ibuku,bagaimana jika wanita ini adalah ibuku,aku yakin dia hanya tak sengaja ,apakah aku harus meminta ganti bukan kah aku juga yang kurang hati-hati jika aku care dengan miliku tak akan hal ini terjadi,jika dia mau menggantinya uang apakah yang akan dia pakai,bagaimana jika perempuan ini adalah ibuku yang mau berobat sebesar 15 ribu saja tak memilikinya.Kumasukan handphone setelah aku bungkus dengan tisu kedalam pocket handbagku,aku pandang sekali lagi wajah perempuan itu ,seperti sangat menyesal,kemudian aku berusaha untuk tersenyum meski terpaksa,dan aku lepaskan tanganya yang sejak tadi menggandoli lenganku,dingin dan kelihatan sangat pucat karena terlalu lama teremdam air..”Uhmm..mungkin tidak apa-apa,nanti aku keringkan pasti bisa di pakai lagi,sudahlah..saya pergi”aku melihat wajah wanita itu bengong tanpa sepatah katapun sampai aku aku berlalu..
Telat,sebuah dampratan keras ,”kamu kerja apa bermain.jam berapa ini?!”seong wanita itu membuatku ingin menggamparnya,tapi aku berusaha menenangkan hati dan dadaku,kembali aku ambil kertas yang tercoret dengan nomor2 barang,dan segera aku kerjakan tugasku tanpa sepatah katapun keluar dari mulutku hingga waktu pulang tiba,pikiranku entah dimana,aku sepertinya blank,namun aku berusaha mencari sosok yang membuatku damai,membuatku rindu ,kuperhatikan handbagku disana kawan setiaku berada,namun kini mungkin telah menjadi beda,aku kangen ingin menggunakanya sebagai obat kesepianku dan pengusir jenuh,biasanya Dear God atau I have a dream selalu menemani aku kini kau benar-benar sendiri,sampai akhirnya sebuah teguran”Whats the matter..are you Ok?”suara Mr william mengagetkanku,aku buru-buru mengangguk,dan menjawabnya baek-baek,ku lihat dia berlalu setelah menepuk pundaku.Setelah bayanganya hilang di balik karton-karton,aku seperti ingin menangis sekeras-kerasnya agar rasa sesak didadaku enteng,tapi ini bukan di laut seperti biasanya aku berteriak jika aku merasa terbebani..
Pulang akhirnya ,dan satu-satunya jalan melewati tepian laut ,kudengar deburan ombak dan orang-orang yang tertawa entah apa yang menjadikan mereka tertawa terbahak,aku duduk di sebuah bongkahan batu dekat dermaga,angin menyapu wajahku serasa debu telah menjamah permukaan kulitku,kuambil handponeku yang sudah aku cuci bersih dan kucoba untuk melihat apakah masih bisa di gunakan,ternyata aku hanya berharap tanpa ada keyakinan bisa,melihat keadaanya kayaknya sudah bye bye..,”Hye,ngapain lo disini..?”wahh hamper jatuh aku saking kagetnya karena sapaan miyati(biasa aku panggil miyabi),perempuan yang menikah dengan bule ini masih saja keren,meskipun wajahnya sudah banyak keriput,dengan tank top dan blouse unbotton serta jeans yang di kenakanya dia memang perempuan yang cantik dan anggun kelihatanya,”teh boleh pinjam mobilephonenya,punyaku kejebur air ..?”gusti.. aku seperti orang ga waras aja..berani pinjam HP?kepalang basah,tak ku duga dia mengulurkan handphonenya,kemuadian aku meminta ijin untuk menukar simcardnya,semakin heran karena dia juga memperbolehkan,luckily simcardnya masih bisa di pakai,setelah menunggu bebeapa saat connecting people NOKIA N97 itu telah aktip dengan simcardku,segera aku dial nomor orang yang aku kangeni busy..redial lagi,nomor yang anda panggil tidak terdaftar…redial lagi.. diluar jangkauan…redial lagi busy.. redial lagi.. ga da sinyal apa-apa tapi pulsa berkurang…
Aku memohon untuk bisa menulis SMS dan lagi-lagi dia mengijinkan,dan setelah aku mengembalikan Hp dan berterimakasih padanya aku berbincang sebentar dan kemudian langsung berjalan pulang.Di sepanjang jalan ini aku merasa teramat sangat sepi dan dingin,aku seperti seorang yang kalah perang,lunglai dan tak bersemangat,tujuan otakku,adalah shower dan bantal..
Sejak berbuka puasa hanya seteguk air sampai jam 12.00 belum terisi apapun perutku,namun aku tak merasakan lapar atau dahaga,setelah mandi tak biasanya aku langsung ingin berbincang dengan Tuhanku,biasanya menunggu dan menunggu.. sampai akhirnya sering tak ketemu karena waktunya sudah habis,dan malah hasilnya bolong ga di kerjakan,dari awal aku ceritakan sampai akhirnya jam 2.13 dini hari,aku buka kompi bermaksud untuk curhat ke WP,senangnya liat dia di line,tapi aku…..mawut dan sarkawut…
~coretan pojok~
“Enggalah..emang kalo begitu yah sudahlah..”gaya endelnya masih tetap aku sukai.Well hugendas..kenapa aku suka banget berlama-lama denganya,padahal aku paling iritasi dengan topik yang berbau uang,mata uangen atau uang matanen,aku bego look soal ini,udah tahu keadaan mendesak masih juga berbelit-belit,aku butuh bayar uang SPP adek -adekku Mbak yu..aku seperti pengemis yang meminta uangnya sendiri,Bloody hell,aku ga dijawab malah tertawa tuh mbakyu “Diet,koen iku mkiro awakmu dewe,adek-adekmu iku wes onok seng mikir laopo koen susah-susah,opo anakmu mene-mene kok pakani telo puhung kok sekolahne ngaret?” Deghh… aku hamper semaput….
Pagi sampai setengah hari tak ada yang bisa membuatku terlipur dari kecemasan,ada beberapa bab persoalan yang memang membuat adrinalin ini sedikit memuncak,kenapa aku harus memikikirkan apa yang dikatakan oleh orang laen yang jika hal itu membuatku membunuh joyous dunia ini,apa seh sebenarnya yang di inginkan oleh manusia-manusia di muka bumi ini,kekayaan,penghormatan,kejayaan,atau kematian?sebuah tujuan yang pasti bukan tak lebih semuanya berkaitan,seorang yang sedang berbahagia apa yang dalam otak dan hati dirasakanya?simple bahagia,senangkah dia tentu,tengok orang yang sedang senang,bahagiakah dia?aku tidak tahu,apa yang sedang terjadi dengan manusia-manusia di siang hari ini,apa yang mereka butuhkan untuk hanya membuat orang laen ingin meledakkan kepalanya,adakah dalam otak mereka kebebalan yang sengaja diciptakan untuk menghancurkan dunia atau setidaknya dirinya,keluarganya atau siapa..Damn!!!!
Aku..hanya tak lebih dari seorang yang bermimpi akan sesuatu yang indah,sebuah fantasi, salahkah?jika aku datangkan keindahan itu untuk menutup evil dari kegelapan yang menyelimuti tidur malamku,dan menggelapi langkah hari terik disiangku,kenapa mesti ada segerombolan serigala penjilat kata yang mesti mengkoyak impianku,aku tak pernah mengganggu bahkan aku tak pernah tahu dunia mereka, atau sedikitnya mencela kehidupan lingkunganya,bahkan aku tak pernah menghirup udara yang mereka hirup,kenapa mereka harus mengkoyak mimpiku?
Aku berjalan gontai,berusaha untuk meyakinkan diri ini bahwa kegagalan adalah bagian dari masa depanku,meskipun kini aku telah lelah namun aku masih tetap ingin bertahan dan bangkit,apa artinya hinaan dan cemooh yang mereka lontarkan ,bukankah itu adalah tiket-tiket yang mengijinkan aku untuk memasuki gerbang keindahan karena recontruction yang terus menerus terjadi,aku tak mengerti dengan apa yang kalian manusia bicarakan tentang keidealan,aku hanya sosok yang mengais ceceran cinta yang sedang menetes,aku tak peduli dengan lelah,aku akan terus mengais dan meletakkanya dalam pundi-pundi asmaraku,aku telah lelah namun aku akan lebih lelah jika mengingat kisah-kisah hitam yang mencekokiku hingga aku menjadi bahan bulan-bulanan kepahitan,aku telah berhasil memborgol kenagan hitam yang penuh derita ,hinaan,pelecehan dan permainan itu,masa karena serigala berceloteh aku harus berbalik arah dan mengahancurkan sucinya cinta itu?Tidaakkkk… aku akan menjaga,mempertahankan dan membuatnya indah tumbuh dan berkembang,aku tak memiliki apa-apa bahkan kekuatan itupun adalah kekuatan yang aku pinjam dari cinta itu sendiri,namun aku hanya butuh keyakinan yang begitu sulit aku gapai,dan disaat aku hamper menjemput keyakinan di pintu gerbang,gigitan tajam itu kembali membuatku panas dan sakit,aku tahu kelemahanku ,ketidak sempurnaanku membuat aku jatuh,mungkin aku tak pantas karena status diriku ,apa? status..apa yang berharga dengan status manusia,kenapa selalu di perbincangkan,jika pakaian saja bisa kotor ,status selalu suci dan agungkah? status seorang pejabat akan membawa ke surgakah,di banding seorang buruh?kenapa aku menjadi sangat down dengan istilah pekerjaanku yang disebut buruh,apakah buruh tidak boleh mencinta dan di cintai,apakah karena seorang buruh dekil?”i don`t think so”exactly i`m not dekil..surely..aku bekerja halal,tujuanku bukan maksiat,tujuanku adalah demi adek-adekku bisa besekolah,memabawa kehidupan keluargaku ke kehidupan yang lebih baek.Apa yang membuatku down?karena aku bukan wanita cantik,kaya dan berlabel sarjana?para sarjani bisa bekerja dan mendapatkan uang,bukankah aku juga bisa menghasilakn uang?apa perbedaanya,karena mereka pinter?tentu karena mereka parnah membelajari bidangnya,bagaimana dengan aku? seluruh hidupku hanya terfokus kepada kebutuhan orang laen,orang-orang tercintaku,aku hamper tak memikirkan diriku sendiri,aku sering disakiti dan membuat diriku sendiri menangis,merintih,pedulikah aku? tidak,aku tidak memperdulikan diriku yang selalu menangis karena ketidakadilan diriku sendiri,dimana letak kasih sayangku terhadap diriku sendiri,Ooh srigala ..srigala….aku ingin sekali mendampratmu dengan cintaku …mungkin aku akan oleng tapi aku sadar ,aku tetapkan langkahku menuju impianku,”kelinciku”
Ku menyeberangi jalanan sunyi,dengan angan penuh keinginan,Ooh ..Dear god dari avenged sevenfold terus mengalir di telingaku,tak satupun maklhuk disekitarku yang menyapaku,sepinya jalanan anganku membuat aku semakin tercekam oleh hasrat yang seakan ingin membobol kepalaku,pencarianku selama ini mungkin hamper ku temukan,dan sepanjang waktu yang telah kusia-siakan dan membodohi diriku dan duniaku mungkin akan segera terang,jika aku menyerah,bagaimana aku merindukan seseorang disaat harapanku mulai mendekati sirna,orang-orang berkata kepadaku,menyerahlah,agar apa yang membanimu menjadi enteng dan biarkan Dia yang membawanya disaat kamu sendiri dan capek,dan mulai merindukanya,
Dear God…..hamper aku melonjak kaget dari meja kerjaku,setumpuk berkas dalam post file jatuh tepat di kakiku,..ini kah yang kucari selama ini?bisakah berkas-berkas ini membuatku tertawa,hasil dari capek ku ini mampukah membuatku berteriak…”horeee”
Separuh dari perjalanan anganku mulai menemui kebuntuan,kulihat bilangan-bilangan dari balik layar ini yang membuatku seperti mabuk,mataku mulai memaksaku untuk pejam,sejenak aku turuti keinginan mataku,Dear God…..lagu itu terus menuntunku mengarungi jalananku,Once again….some search…aku ikuti saja,disana tak kutemukan apa-apa,aku benar-benar sendiri,aku ingin seseorang bisa aku jadikan pegangan,namun tak kutemukan,aku sendiri dan sepi,ku ingat sebuah cerita baru ..once again…ku berlari ke sebuah padang dimana aku sesekali ingin membangun sebuah rumah mungil di lingkungan sana namun itu bukan sebuah kota yang ada toko-tokonya,mungkin kota itu telah berubah menjadi ajang baru,yang di isi oleh orang-orang yang aneh,tak terlihat kehidupan disana namun kota itu sangat ramai,disana aku duduk sampai nyanyian avenged sevenfold beralih ke scream..
Dsini aku sering berteriak,mengumpat dan mengaduh,disana banyak kutemukan dari orang-orang mengenai pandangan akan kehidupan ,di sini juga aku menemukan keanehan ,disini pula aku tertawa seperti singa menemukan segumpal daging segar,dari profil-profil ,kutemui mereka bercengkerama dan bersenda gurau…
K ulupakan hari-hari dan tanggal-tanggal yang menghimpitku untuk beberapa saat ini,aku benar-benar telah lelah dengan keadaan yang aku lalui,lingkaran-lingkaran di calender seperti cacing pita yang siap melahapku.impian istanaku yang hanyut oleh deburan ombak dengan atap-atapnya yang lebur oleh hembusan angin,aku tak kuasa menyelamatkannya,mungkin akan pergi selamanya,aku relakan istanaku yang hendak kubangun di kabut itu lenyap,namun hati yang hendak aku jadikan raja di istanaku itu kembali,dengan kehidupan baru,dia seolah tak mengenaliku,mungkinkah….
Aku sekarang sering tertawa,benarkah aku bahagia?,aku sekarang selalu tersenyum apakah aku ini sedang senang?once again,ku temui seekor kelinci di padang tengah dunia wayang tak kelihatan,selama ini aku tak ambil pusing dengan kebradaanya yang semakin hari membuatku tertawa,karena kelincikah aku tertawa,kenapa,bagaimana awalnya,pertanyaan itu tak harus aku jawab ,aku tak butuh jawabanya,mungkin ini adalah utusan Tuhan yang selayaknya harus disambut dengan senang hati,aku suka bermain-main dengannya namun aku takut aku akan terlalu memperlakukannya secara berlebihan,karena jika aku mempunyai waktu senggang,anganku suka mencari-cari keberadaannya,mungkin aku telah terbiasa bermaen dengan nya,inikah yang dinamakan kangen,ini karena aslinya aku kesepian?yang jelas apapun alasannya,aku tak menuntut banyak,aku hanya ingin menikmati kegembiraanku itu,jika….aku ambil sedikit kisahku itu dan akan ku torehkan pada lembaran bukuku yang telah lalu,warna gelap itu pasti akan sedikit ada corak warnanya
Ooh dear God….aku mulai kecapaikan menjelajahi jalan anganku,aku tak tahu kemana lagi kuarahkan tujuanku,aku mulai sepi tanpa kelinci itu,mungkinkah dia akan juga meninggalkan aku yang bermain sendiri di padang ini,dia pasti akan memilih kota berbunga indah dan berumput tebal dengan jalan-jalan yang penuh dengan marbel..
*catatan merem*
I want you to take a look at: Makna Persahabatan – Artikel Motivasi dan Cerita Motivasi