brugh..cuitttt
see me..see me..Dengarlah..
Dia bagaikan tulisan yang tlah luntur
Dalam halaman-halaman catatan keseharian
Nafsu yang menggebu akan rindu itu tlah menjadi abu
dan bertebar keseluruh muara sungai menuju ke laut
Bukankah sesuatu itu telah jauh menghilang
Jelas tidak akan pernah kembali
Apalagi di harap akan pulang
Salah mata membara ketepi
menjelang resah ,gundah dan gelisah
Berharap jangan kebencian yang sedang menghalang
Tampar jari yang telah lancang membawa kehalamanya
bungkam bibir yang pernah memberikan senyum itu
tutup mata yang pernah melihatnya
hapus bayangan yang pernah memeluknya
buang dengki,dendam dan amarah
Tuuttt…ss menit terakhir setelah sekitar 1 jam lamanya bercengkrama via telephone,lega sebenarnya hati ini setelah mendengarkan suaranya,dalam keadaan baek namun itu tak berlangsung lama,karena selanjutnya dia bilang bahwa penyakitnya akan kambuh jika maghrib tiba hingga menjelang subuh,dalam kelakarnya dia bicara”kok koyo kenek santet ae seh aku ki”..hening.. hanya suara binatang disekitarnya yang aku dengar meyakinkan aku bahwa dia memang berada di sekitar rumah,dan mungkin sedang sibuk memberi makanan binatang piaraannya.Selanjutnya aku bertanya tentang hari-harinya,dia bilang dia sangat kangen dengan aku,dan berharap aku akan segera pulang,namun segera topik berubah,saat aku dengar adekku memangilnya”ibuukkkkk..”Seolah aku telah bersama dengan mereka,di bawah pohon alpokat yang sering di jadikan para ibu-ibu ngrumpi,entah sudah berapa lama aku tidak mendengar mereka tertawa karena objek gosipan mereka membuahkan hasil cemerlang,mereka adalah sosok wanita-wanita desa yang lugu,tekun dan memiliki tepo sliro tinggi,solidaritas mereka menganggumkan,sungguh senang jika berada di lingkungan mereka,mereka adalah keindahan yang kusuka disaat liburan panjang di negeri tercinta.
Detik-detik setelah mendengarkan penuturan bundaku,terasa sekali bahwa aku sedang memikirkan mereka,kenapa?apa urusanku,tidak ini adalah bagian dari urusanku,sebagai seorang yang pernah menjadi keluarga besar ,disaat aku masih tinggal bersama mereka di perkampungan yang adem ayem,aku merasa prihatin dengan keadaan di sana,wanita-wanita yang nrimo ing pandum,tak pernah neko-neko,dandan apa adanya,berpakaian tak perlu bermerk Gucci ataupun LV,bagi mereka pakaian semacam itu adalah momok yang tak perlu mereka dekati,kosmetik pasti mereka tak akan memerlukan yang bermerk max factor ataupun shu eumeura,ataupun SKII,cukup dengan pendingin merangkap pelembab dan bedak apa adanya,itu sudah membuat mereka bahagia,dengan motto,”Anak wareg bojo ora selingkuh”itu sudah kebahagian luar biasa yang mereka terima,betapa simple kebahagiaan mereka yang jarang orang-orang metropolis bisa menerimanya..
Di daerah kita mulai larang pangan,aku saja sekarang nempur(membeli beras)sudah beberapa hari ini,soalnya panenan padi yang kemaren banyak yang dihutang tetangga,kasian mereka sudah beberapa bulan ini sudah kehabisan bahan makan,didesa paceklik,tanaman masih belum panen,dan entah sekarang banyak hama yang menyerang tanaman,sehingga sepertinya untuk bisa panen dengan hasil baek,sulit di prediksi,dan bahan laenya seperti glepung(casava powder)telah aku bagi-bagikan kepada yang membutuhkan,jagung masih banyak sebagian aku bagikan pula kepada mereka ,kebutuhan semakin meningkat,sekolah sekarnag seperti hama pemakan uang,kowe sing sabar yo nduk…
Sabar.. sabar.. saya selalu sabar kok bu`,asal emosi masih bisa di ikat oleh tali jeraminya yang Kuasa,kalau ga saya tepekur tidak menyapa bantal kok,tapi tetap tidak pernah mogok makan,pikirku dalam hati .Andai saja engkau tahu Bundaku,aku makin hari makin dodol aja,aku tidak tahu mengapa,inikarena pengaruh makanan yang aku akan,atau buku yang aku baca,atau karena pengaruh wanita-wanita cantik di negeri ini,sebenarnya aku jarang sekali menonton drama di televisi,tapi entah mengapa kadang aku merasa sebagai lakon dari drama tayangan Hyang Widi itu,aku sering di bikin mumet oleh skenario yang belum aku fahami ,aku kadang ngeloyor seperti orang mabuk,kadang aku beringas dengan kebencian seolah aku vampire yang hendak menghisap darah,kadang aku lembut menyontek tingkah sembadra ,namun aku senang bisa mendapatkan diriku yang turn OON ini,atau mungkin sebenarnya sejak sononya aku OON,cuma aku tidak berani mengakuinya,apalah artinya menjadi OON semakin bersemangat tanpa disadari sesuatu yang memungkinkan telah terjadi,aku tahu mengapa aku kehilangan keseimbangan diriku sampai-sampai aku hamper numplek ke tong putusasa,beruntung sekali aku bisa OON dengan otak yang setengah mendengkur aku masih bisa di obrak-abrik,dan aku sadar akan kebodohan yang terus menerus membelengguku,aku harus belajar berjalan dan berkata-kata lagi,aku harus belajar bangun dari jatuhku,kembali belajar menyapa orang-orang yang tak mengenalku menjadi mengenalku dan belajar bersalaman membuka pintu untuk orang-orang di sekelilingku tanpa kecuali,belajar melupakan goresan luka,dendam,dan keangkuhan,aku adalah sosok batu yang menjengkelkan,aku harus membentuknya,mengukirnya untuk menjadikan dirinya mempunyai arti seni yang bisa bermanfaat,jika aku tak memiliki warna sebanyak dan sindah sekotak crayon,mungkin aku hanya akan bisa memohon pada pelangi untuk sedikit memberikan warna indahnya untuk menghiasi.
Kembali ke cerita seberang lautan,kepada ibu-ibu yang berjuang membesarkan,mendidik,serta menjaga anak-anak mereka,mereka seperti tak mengenal lelah,mereka tak memiliki penghasilan yang tetap,mereka hanya mengandalkan penghasilan panenan dari lahan pertanian musiman mereka,aku sangat kagum dengan management financial mereka,mereka tak harus menuntut sekian ratus,sekian juta,mereka nrimo ing pandum,ada sedikit ya cukup,ada banyak ya okelah bisa gotong royong juga,tutup lobang buka lubang,ala penanaman jagung tak menjadikanya berkecil hati ,kehidupan guyup rukun yang jelas sama-sama untung dan tolong menolong,namun bukan wekmu wekku wekku wekmu(yours is mine ,mine is yours)..
kapan aku bisa menikamati kehidupan bersama mereka kembali?Haruskah aku menunggu 3 musim lagi seperti bait-bait syair yang di lantunkan oleh Haziran Nata Sasmita di catatan facebooknya
20 Oktober 2009 jam 12:11 Diunggah melalui Facebook Seluler
Katakan saja
belenggu kaku,
tentang galau akan rindu .
Dulu secuil, kini menjamah darah.
Mengurat, mengalir, memerah.
Nadamu kelu
terucap satu satu,
kau terpaku.
aku bisu.
Kenapa tak kau sibak saja renjana timur?
timbang mendengkur.
biarkan pengap menggelap,
semakin kalap?
Ah, andai saja marsoninna meluruhkan semua daun.
dan ranting-ranting telanjang kepanasan melamun.
kau malu, aku mau.
ingin kuloncati saja pulau-pulau..
melepas hasrat yang tertunda 3 musim..
Malang, awal hujan di akhir tahun 2009.
Awal aku tercabik aku bermimpi untuk bangkit,dan akhirnya aku bangkit,dan kini aku merindukan sesuatu untuk aku raih,aku mempunyai rencana dan tak lagi menunggu keberanian datang,karena kini aku telah di peluk oleh keberanian itu,tinggal menunggu waktu,dan aku akan sampaikan,aku akan datang akan aku jelang imipian yang sekian lama menantiku pulang,tak akan aku jadikan sampai 3 musim untuk melepas hasrat dari impian…
~akhir petang~
Saat ku kembalikan diri ini pada kasur yang telah lama aku tiduri dan langit-langit kamar yang kerap tersipu saat aku tatap ,diri ini seakan tak memiliki kekuatan apapun,dan sebenarnya diri ini milik siapa,siapa yang berhak atas diri ini..
Disana menjulang pegunungan nan hijau di selimuti kabut tipis dan di iringi oleh belaian awan putih yang menari-nari menghiburnya,kenapa ini tak memaksaku untuk memandangnya dan belajar bagaimana menjadi gembira..
Di sekeliling kehidupan meliuk bersambungan dan menuju kesatu arah,sungai dengan airnya yang jernih,kenapa aku tidak mengaca disana ,bagaimana diriku ini bisa menjadi lebih baik,sudah pantaskah aku ini dengan dosa-dosa yang menjejel di setiap sudut tubuhku ini bersiul mendendangkan irama kebenaran….
Angin yang bertiup mengibarkan rambut dan gaun,betapa sejuknya dan membuat wajah segar seperti telah di sapu seluruh kesalahan dan kegundahan,kenapa aku tidak belajar darinya untuk memaafkan setiap kesalahan…
Berkacalah.. berkacalah….sudah seperti langitkah dirimu yang biru indah menghiasi dunia ini..
Berkacalah..berkacalah….sudah seperti hujankah dirimu yang membasahi kekeringan…
Berkacalah…berkacalah… sudah seperti bunga mawar kah dirimu yang bisa menjaga dirinya sendiri disaat memberikan keindahan dan keharuman bagi dunia ini…
Berkacalah.. berkacalah… sudah seperti orang-orangan disawahkah dirimu yang tak pernah mengenal kata mengeluh,diterpa berbagai keadaan siang dan malam,hujan dan terik ,panas dan dingin..
Berkacalah..berkacalah… sudah seperti burung kenarikah dirimu yang selalu menyanyikan pujian syukur kepada Tuhan-nya
Aku.. bukan siapa-siapa
Humph!..blush…pipi ku jadi merah ranum kay tomat di tengah ladang diantara rumput-rumput yang mengejeknya ,mereka bilang”Dewhh..dewhh….kampret lo!” Ough..!So what…(endel mode on),batinku ngakak seperti kuda horny,sampe mata sipitku persis orang tidur sedang mimpi di timang ondel-ondel,*merem aneh*
Adakah diantara manusia-manusia yang sedang kasmaran itu berfikir bahwa hari-hari mereka itu menyebalkan karena tak hadirnya seseorang yang dia puja?Atau sebenarnya hari-hari mereka itu selalu indah meskipun tanpa kekasih mereka?You look good today,gotta loterey?Akan kah mereka memilih loterey daripada kehadiran kekasih mereka?Mereka itu siapa seh? Figur siapa yang aku shoot?Mereka couple-couple di pinggiran jalan,yang sedang berjalan bergandeng tangan,bermanja-manja di sepanjang taman Prince Adward,yang sedang berciuman di pinggir lampu lalulintas sambil menunggu lampu hijau,mereka yang sedang berkejaran di pantai,mereka yang sedang berchit chat mesra dengan darl mereka lewat telephone ataupun jaringan net.
Setiap aku melongo keluar ,pasti aku dengan deraian perempuan yang tertawa,sungguh indah suaranya,dan dilain area,beberapa perempuan sedang menghibur perempuan laen yang sedang bersedu sedan ,entah apa yang mereka perbincangkan,yang jelas salah satu perempuan itu berbicara sambil terayun-ayun pundaknya”Aku sudah capek,segala cara telah aku lakukan,tapi manusia brengsek itu tidak bisa berubah”,mengutip pembicaraan orang yang sebenarnya tidak perlu aku lakukan,namun aku benar-benar curious untuk melakukannya,apa gerangan yang terjadi,sungguh aku ingin tahu..
Berlalu dengan berpuluh pertanyaan,Aku mencintai dia,aku tak bisa hidup tanpa dia.gubrax…
Aku ingin sekali belajar bagaimana memeluk cinta yang aku peroleh sebagai hadiah terindah ,termahal dan terbahagia memilikinya,menjaganya dan memberikan ruang yang nyaman agar cinta itu betah dan bahagia bertempat tinggal disana,namun aku tak menyadari bahwa sering sekali aku berkelana dalam angan,adakah sebuah formula yang bisa memborgol cinta, agar cinta itu tidak mencuri kesempatan kabur dari kediamannya,mengutip beberapa koment dari beberapa orang bijak katanya” Pasir itu jangan terlalu erat kamu genggam” ….
Perlu juga aku ke pantai dan diam-diam duduk mengambil segenggam pasir dan mencoba mencengkramnya dengan erat,sedikit demi semakin banyak jatuh berguguran,tinggal yang menempel di telapak tanganku butiran-butiran pasir itu..,opo hubungane?Googling lagi kah? oouucchh …
Kadang kala disaat menghadapi pekerjaan yang membuat otak ini seperti bebal dan terkunci dalam sebuah lemari es,tiba-tiba datang sebuah petaka ,emosi dengan tiba-tiba nyelonong dan membuat gaduh perasaan,dan amarah menjadi sahabat terdekat untuk membantu melampiaskan amornya,uring-uringan dan akhirnya terkapar,cape deh.. tanpa kententraman.
Berjalan kesebuah kisah baru di mana disana telah mendatangkan sebuah keajaiban entah kekuatan yang datanganya dari mana , kekuatan yang aneh”Sayang sesek dodoku..”huh….seperti apa yah seseknya kay seperti yang aku rasakan? weow … great… ada temanya..
Praaaanngggg…. suara di depan meja sebelah membuat kepalaku semakin pusing saking kagetnya,suara gelas yang berbentur dengan lantai dan pecah berantakan,mengagetkan lamunanku,”Oh God ,beberapa hari ini emang aku aneh banget,diwaktu menjelang tidurku aku seperti orang yang ganjen bahagia,dan di waktu pagi aku sibuk dengan pikiranku yang berbunga,berharap aku bisa bertemu dengan-nya bercakap dan bergurau.Sebuah energi baru di jam kerja saat selalu bersamanya,berfikir “Kamu batrey dalam hari-hari kerjaku”lha apa aku ini robot yang perlu dicharge ?
peduli robot dah,yang penting aku bisa menetralisir emosi dan terindar dari jutex.Beuh…jangan lupa ini adalah sebagian kejutex-an juga disaat ada angin ribut,pontang panting juga aku,sejurus dua kungfu[LHO],ngambek,cemburu,uring-uringan:Owalah Bunda…. anakmu pontang panting jari dan lidahnya … hatinya deg deg plass…copot atau masih nggantung ..,untung hati ini di bungkus dinding perut dan di plaster kulit jadi ga gampang rontok keluar,bayangin aja andai saja hati ini seperti buah mangga ,nggantung di kegelapan ,dah di keroyok codot…bubar kisahnya ..tinggal codot nggantung kisahnya..
Alkisah bear di keroyok kelinci cemburu…brugh… huhaa…,ngene ternyata.sak umur-umur di keroyok kelinci cemburu yo masih ini,bear..bear.. ,masuk ruang kerja nerusin ngetik tapi tulisane sarkawut,pikiranku tertuju ke sebuah coretan,”Aku lemes Bear,kaget banget baca messagemu”,aku manggut -maggut seperti pertapa melihat barisan semut beribadah,aku mengerti ,dan itu saatnya aku untuk memberi penjelasan tentang reasons “Mengapa”,namun sejauh apa aku berbicara jelas tak bisa mengubah ke keadaan semula,mungkin mendungpun bergeser mengikuti angin,di balik semua itu tidak ada yang bisa ku lakukan kecuali aku hanya ingin meyakinan dengan seribu satu bahasa dengan sejuta makna”Que je vous aime de profondément mon coeur et mon âme”..
Detik berlari seiring degup jantung yang terus menerus escape,seakan ingin memerangi apa yang sebenarnya tidak sedang terjadi,namun di seberang sana justru degub jantung sedang berkonfrontasi melawan kepercayaan,tapi itu lebih baek ,Man…,mungkin dengan kisah-kisah insipirative atau fairytale bisa mengubah kopi luwak menjadi espresso,asline podo wae rasane kopi itu pahit ,tapi bikin addicted.Bercampur dengan keindahan dan kekhawatiran ,kecemburuan dan sayang,suatu peristiwa yang bikin naluri ini semakin bangga akan sesuatu yang tengah di genggamnya ,inilah kekuatan itu,dan saatnya untuk shows kepada dunia bahwa sebenarnya energi itu adalah datang dengan sendirinya ,dalam benaku aku merasa “Cru de pouvoir d’amour”.Dalam tekad dengan didasari “Niat ingsun kerono Lillahi ta`ala”..sesuatu itu pasti akan terwujud nyata,no fear,no worry lock the heart for the heaven sake`s.Kale saja aku telah kesurupan Batara Indra,Oops kebalik..entahlah.. yang jelas aku telah menemukanya,dan dengan segenap apa yang masih tersisa dalam diriku aku berniat untuk menggenggam,menjaga dan memberinya kehidupan untuk membahagiakanya dengan apapun taruhanya.
Jika disebuah belantara ada sebuah castle ,tempat dimana dermaga asmara berlabuh,mungkin aku akan membawamu kesana bukan untuk apa-apa tapi aku ingin membawamu untuk merasa bahwa castle itu seperti halnya mutiara tanpa kerang,boleh jadi disana lebih indah tapi perlu engkau sadari bahwa itu sebenarya menyesatkan,karena keindahanya pasti akan membuatmu mabuk kepayang dan melupakan bahwa itu adalah hasil karya manusia yang bermaksud menjadikan dirinya terindah dan teristimewa,berbalik dengan gubukku yang kaku dan dingin serta apa adanya,mungkin aku tak akan bisa memberikan kemewahan seperti halnya mutiara,tapi coba mendekat dan tinggal disana untuk beberapa saat,mungkin kehangatan dan keindahan pelangi akan menentramkan hatimu dan jejak kaki bidadari akan membuatmu hidup seribu tahun lagi.hanya ini yang bisa kuimpikan untuk meyakinkan demam otakku,dan mungkin juga kekhawatiran serta ketakutan karena akan sebuah kehilangan,ketidakpercayaan akan sebuah ucapan ,tapi ini adalah sebuah tujuan dan disini aku mengajakmu berjalan,Let`s go ahead..l’amour est un grand comme jamais..
Kini dia telah berjalan ke ladangnya dan mulai berlompatan di rerumputan hijau semoga dengan riangnya,sementara aku telah menenggelamkan diriku sendiri ke dalam gelombang kesibukan,waktu begitu cepat berlalu,jarum jam berputar berkejaran mencari titik ujung waktu,aku semakin terengah dengan jadwal di dinding depan mejaku,aku menarik nafas dan berusaha menenangkan diriku sendiri dan mempfokuskan apa yang sedang aku lakukan,otakku telah penuh sesak dengan ide-ide,bagaimana aku harus mengerjakannya sementara tanganku hanya sepasang,hatiku nggrundel tak karuan,sampai akhirnya aku telah memutuskan untuk berhenti saja,dan berkemas,aku bosan dengan berlarian,aku ingin sedikit relax dan memanjakan pandangan pada keindahan .
Hari berikutnya aku berjalan gontai menuju kesebuah warung mirip kedai di tepian embong(jalan),dari jalan dimana aku turun dari minibus,aku lihat beberapa orang tengah duduk santai sambil menikmati hidangan ,tak salah past i mereka adalah teman-teman.Dari kejauhan meskipun aku balut diriku laksana orang eskimo namun teman-temanku itu tak pangling melihatku,,tangannya melambai dan sebuah teriakan yang sangat kukenal siapa pemilik suara itu,aku mengulurkan tangan dan bersalaman dan berpelukan seperti seseorang yang telah lama tak menemukan sodaranya,” Warnamu berubah ,Nda?Anna menampar pipiku dengan sebuah kecupan,dan Bejo mengulurkan ketan hitam manis,yang masih panas,dan hamper membuat tanganku kesemutan.aku menyendok beberapa suap disaat dari balik pintu muncul Bu Rosi nyelutuk sambil membawa se ember kuah soto,”Koen tambah ayu ae seh ,Diet?”.Hiya masih terhitung tanggal enom seh ,Bu,rodo menthul pipiku..” disambut Gerrrrrr….
“Tahunya masih anget ,Nda kalo minta nasi pecel sono pesen ke mbak Narti” ngaso sek aku”.Bu Rosi berjalan, jalanya seperti pramugari kurang makan,sempoyongan. Segera kudapatkan tahu dan dalam hitungan menit aku tela menghabisakan 4 tahu isi yang modelnya seperti dadu gedenya,dan menu nasi pecel yang membuatku selalu ngiler.Suasana seperti di Indonesia banget,suasana keindonesiaan,menu indonesia juga,dan musiknya ndangdutan ,kemeng kepalaku .
Situasi sangat ramai seperti halnya di pasar swalayan ,orang-orang berteriak-teriak ,ada yang menyanyi mengikuti irama dan penyayinya,ada yang ngobrol entah apa saja yang tengah di celotehin,tumplek bleg .
Aku kebingung dengan nasiku ,muka terasa terbakar mulut mendesis-ndesis seperti ular,aku yang telah kemayu memakan cabe dengan tahu membuat warna muka menjadi berubah ,dan drastis sebuah pertanyaan dari Yu Jem,mengena banget,”Kamu berubah,Diet!”sambil memberikan tisu karena mataku telah meleleh air matanya`!.Oww.. bukan dari bunglon ke kadal kan?aku sambil mneyeringai menayakan balik.”Seperti pengantin baru”bejo yang menjawab..gubrax…oouugghh!!! kesedak sampe kepingkal-kepingkal batukku,makananku seperti mau permisi keluar,dan aku semakin kebingunan,karena kepedasan,dan panas perih di tenggorokan dan mulutku,beberapa ada yang mengulurkan tissue,ada yang menepuk punggungku ada juga yang terbahak-bahak melihat keadaanku dan Donna yang keibukan mengikat rambutku sambil menepuk-nepuk punggungku.Setelah reda aku kembali duduk dan menghabiskan sisa air di gelas,namun tiba-tiba nafsu makanku hilang,Dadaku tiba-tiba Degghhh… eeoouuugghh.. sakit sesak ,makkkk…hiya aku ingat seseorang,rabbit.. dan aku mulai gelisah dan dudukku seperti orang yang kebelet pipis tertahan.Aku ambil tempat duduk di dekat bar,dan di ikuti oleh mereka karena memberikan tempat pada orang-orang yang baru datang.Btw orang yang baru jadi pengantin itu gimana toh ,kok bisa aku dibilang kay gitu? apa bathuk njenongku ada hiasan rambut abis di kerok,ala penganten jawa?atau karena aku tambah embem?Sontak semua tertawa,sedang aku hanya mlongo bego lucu kay kebo..dan setengah menggumam dan seperti berbicara pada diriku sendiri,”Gimana andai saja aku merit?”..Weow… tepuk tangan dari mereka dan membuat orang laen sontak staring ke arah suara gaduh.Wes..wes.. dah berani angakat senjata neh?Anyway bagus Nda,jika lo sudah kembali normal selayaknya kita para perempuan,lha terus masalahe lo mo merit ma kucing atau tikus? Setahu gwe lo kaga punya do`i.Dan gimana dengan keluarga lo,lo kan panglima besar mereka,kalo lo kawin siapa yang nangung jawab perjuanganya?Lo serius neh?”orang-orang pada mesem-mesem cuma aku malah cengar -cengir dan baru nyadar kalo ternyata rasa sakit di kaki ku karena di injak dengan sengaja oleh Anna.Merit itu enak lo Nda,tapi sebaiknya Lo liat dan perhati`in ke spion benggala lo,jangan sampai lo jalan tanpa menengok kaca spion lo,tuh spion bukan bwat perhiasan dan kencengin sabuk pengaman lo.Gwe kaga mau liat lo menjadi penunggu laut kay kemaren-kemaren,kalo niatan lo dah bulet mendingan lo balik ke kerajaan lo ,milih milah tuh gandrungan hati lo,bukan kawin karena YM an dan pesbukan,lo piker dengan dengkul lo yah,kalo emang niatan pacaran sampai kawin,pria pasti punya konsep,dan afdolnya ada dan siap bukan dunia impian,pria butuh kehadiran perempuanya saat dia membutuhkan ,untuk di peluk ,untuk di cium ,disayang dan untuk berlabuh segala unek-unek ,sedang kalo lo gini,mustahil,Nda,lo cuma penenang di impian,lo cuma bermain di dunia unik penuh mimpi itu,lo piker mo jalan ke jalan yang pernah lo lewat dulu?keledai aja ogah ,Nda..jaga tuh awak jangan di koyak terus…(serius banget nih Anna)
Halah..laopo iku kan tulisan barune Didiet seh ,rendesvous tresno,percoyo karo lambene Didiet,arek iku sodrun seh,wes ndang di entekne kono tahune ndang budal…..Donna bijak banget ,ngomongnya.
Aku hanya mesem-mesem tanpa memberi komentar apapun juga,malah aku kaget mendengar kalimat Donna ,padahal dia adalah orang yang paling tahu unek-unek e hatiku ,hiya emang belum ada kepercayaan yang jetuh padaku ,semoga tak ada cicak jatuh,aku berjalan sambil membayangkan apa yang sedang terjadi dengan dadaku kenapa tidak juga reda bahkan semakin sesak,sampai aku tersengal,kulihat jam di tanganku masih sore,aku tak harus bekerja terus kemana aku harus pergi,terus berjalan mengikuti langkah mereka namun pikiranku tak berada di kepalaku,hari Minggu yang melelahkan.Oops.. aku kaget tepat di seberang gedung ada rombongan pengantin sedang berjalan menuju kehotel Four Seasons,aku diam dan memperlambat jalanku,dalam hatiku ingin sekali melihat seperti apakah mempelainya,dalam benakku yakin pasti senyum bahagia di bibir-bibir mereka,namun belum selesai aku berfikir”Diet ,kesambet manten!”
beauuhh pipiku mirip buah peach…(kwakakakakka….)..tahu aku kok jadi ambisious gini,sudah over dossis aku kale jadi perempuan,endel banget.. huehuehue…*shame*
catatan pojok
disaat kena panah
enegh…!!!kerjaan menumpuk deh di mejaku gada ampunan sedikitpun ,weekend mbok..tapi aku ga ngerasain ini weekend,kringgg.. kriinggg.. mulu ini telphone di meja,tanganku sampe pegal banget ,gaya seorang profesional marketing sampai aku tiru,ugh..?!melazz.. perutku berdisco…
“Morning Mue…”si boss datang dengan senyum khasnya,Tone smile..whediihhh..glossy lips nya sampe meler-meler ke pipinya..,”Morning Chan stang…here some messages for you, at 02 pm we have to send all the goods to Laforet”aku bicara tanpa memandang dia,yang berada di meja berseberangan dengan mejaku,cuma aku kira dia belum duduk karena aku mendengar deritan-deritan kursinya,setelah selesai menulis order dari Artistic galery aku bermaksud memberitahukan apa yang harus dia kerjakan dia setelah lunch hour.Tiba-tiba dia berkata setengah membentak,aku sampai kaget..”Nda don`t look at me!”..
Aku terlanjur melihat dia sibuk dengan celananya,dan aku lihat peluh mengaler di wajahnya dan wajahnya merah padam,mengangkat tangannya dengan tanda stop,aku semakin kaget ,takut dan bingung.Aku berteriak “Whazup…what are you going to do..?”Dia tak bergerak mlongo sambil menggigit bibirnya.
Semakin ketakutan aku secara melihat bertambah banyak butiran-butiran bening di keningnya dan ada sebagian yang telah mengalir ke pelipisnya,aku merapatkan diriku ke dinding dan terus menatapnya dengan ketakutan,sambil spontan mengambil tas di samping mejaku,namun kau tak berani berani bergerak.Aku sangat ketakutan seperti melihat seekor monster yang telah siap melahap aku,dalam benak ku kacau balau,kertas-kertas di mejaku berjatuhan bolpoint yang kugenggam semakin erat karena takut dan tubuhku gemetaran,telephone yeah dial SOS,jika dia bergerak.Dengan ketakutanku yang luar biasa aku berusaha untuk menggertak dia agar keluar,tapi dia tak berkata apa-apa kecuali menggigit bibirnya dan menggeleng kepalanya sementara tangannya tetap menyetop aku,karena aku mengancamnya”Don`t move .. or I call to police”,aku hendak berdiri dan lari,namun dia bicara sambil mengadooh…”My Zipper…..!dan tangannya menuding ke celananya.. Aku semakinketakutan dan marah,dalam fikiranku ini orang bangsat ,fikiranku telah berlari kesana,bagaimana aku akan berlari dan menyelamatkan diriku,tubuhnya seperti patung budha gedenya,aku pasti tidak bisa melawanya,Ya Alloh selamatkan aku,aku membayangkan nasibku menjadi teramat sangat buruk dan aku mulai menangis,dan memohon kepadanya jangan melakukan apa-apa,namun kekuatan dalam diriku penuh jika dia berani mendekatiku aku akan hantamkan apa saja yang ada di depanku,telephone dengan telah siap aku dial ,namun spontan dia berteriak “Chi Shin… crazy mue.. haiyah..”!You`re really dead meat,what the hell you think of,you thing that i`ll rape you..Godness.. you`re lil bitch.. My bro is eaten by Zipper.. it so painfull that i can`t remove it neither move on,please take a scissors for me rather than think negative about me,quickly it could kill me lil crazy Mue..heewwhh silly Mue..?!”Dia berteriak dan mengomel dengan sumpah serapah,sementara aku kebingungan aku sampai lupa di mana ada gunting dan lebinh bingung jangan-jangan nanti aku di suruh menggunting celananya,aku tak bisa bagaiamana menghadapinya ,gugup campur takut campur kasihan campur gado-gado deh,kamprett aku ga menemukan gunting,semua lacy aku obrak-abrik tapi ga kutemukan sementara dia terus mengerang-ngerang,semua post file berantakan kertas-kertas berhamburan ketabrak,tetap tak kutemukan gunting,dan kemudian aku tawarkan cutter,namun lagi-lagi membentak ,hiya biar sekalian memotong adek kecilku,dia berkata seperti kehilangan suara,dan memohon untuk cepat mencarikan gunting.
Ya alloh gunting di dalam pencil case di depan mejaku ternyata ,dan buru-buru aku berlari menunju dia yang berada disamping meja kerjanya ,karena aku tak tahu apa yang harus ku kerjakan aku bertanya,”How to do..?”dengan muka Oon.”Get Out”wajahnya menjadi pucat,Aku segera keluar dan menutup pintu,namun aku masih gemetaran dan sangat shock,kok ada-ada saja yah,masa orang segede itu bisa ga hati-hati ,btw emang dia orangnya gendut banget,dan celana jeansnya seakan ga muat untuk menampung badanya,tapi kok yah aneh,untung ga di dijalan kejepit brothernya,wah bisa jadi tayangan menggiurkan jika di mall dia kejepitnya.
Kayanknya ini adalah sebuah peringatan bwat semua pria,hati-hatilah sasat meunutup zipper celanamu,karena kalo kejepit bisa berabe tuh..apalagi bagi yang gemuk…
Hampir sejam aku duduk di luar ruanganku,tapi si boss belum juga keluar atau memanggil aku untuk meneruskan pekerjaan,perutku juga sudah lapar,pengen keluar sekalian lunch tapi belum waktuku,dan aku kepikiran jadinya dengan siboss,jangan-jangan dia kesambet di dalam atau jangan-jangan dia berhasil memotong bronya sendiri..
Aku hendak mengetuk pintu,namun sesaat aku mengarahkantanganku ke pintu, pintu terbuka,dan kemudian sibosss keluar dan meminta maaf,dia bilang maafkan atas semua kesalah pahaman ini,dia bilang tadi sewaktu makan karena keburu-buru,akhirnya dia lupa tak meresleting celananya,bukan hendak berbuat jahat apa lagi melukai hatiku. Kini dia akan pulang mengganti celanya,dan mungkin tak kembali lagiatau setelah jam 5 sore,
Aku masuk ruangan sambil gedek-gedek..,sementara si boss telah pergi jauh,dewwhh pagi-pagi sudah su`udzon,quilty banget aku,tapi benar aku merasa tak nyaman lagi bekerja di tunggoni,bawaanku selalu ngantuk,dan aku merasa sangat kesepian,ada waktu melihat kejadian yang menimpaku itu jadi quilty,terbahak tapi malu untuk tertawa,dan kasihan . Si boss berjalan seolah tak terjadi apa-apa,tapi kini tasnya berada di depannya.
.. catatan lerekan..