Skip to content

brugh..cuitttt

see me..see me..

Hari ini

Januari 7, 2011

Hari ini

Hari ini mungkin menjadi sebuah momentum dari berpuluh hari di sini ,hari yang bisa membuat hidup ini semakin bergolak,dengan keadaan yang penuh dengan keterbatasan.Telah berkata di hati sana sejak bebera saat lalu bahwa aku harus hidup dalam keadaan bagaimanapun,yang jelas dengan kondisi baik dan tak kurang suatu apa yang selalu di harapkan,tapi sejauh itu sebenarnya aku tak kurang suatu apa,kecuali kurang bersyukur.

 

Menulis lagi adalah satu hal yang membuat pikiran ini kembali berjalan,ada beberapa unek-unek yang bisa kusampaikan dimana lewat kata aku tak bisa mengeluarkannya,dengan alasan yang seolah tak perlu untuk di utarakan,eh bukankah hidup  yang terjadi saat ini seperti De javu dari hari     kemarin ya,mungkin itu hanya bisikan dari hati yang tak memerlukan sebuah voting,tapi yang jelas ini adalah yang sedang aku alami saat ini,bahwa ini ternyata adalah terbitan dari pikiran aku kemarin,tapi bukan dari sebuah mimpiku di hari yang kemarin,emang ada sih mimpi kemarin yang udah terwujud namun bukan sekuruh impianku di hari kemarin yang terwujud,tapi kebanyakan bersitan – bersitan di hari kemarin yang nyata terjadi,anehkah?maybe..

 

Hey.. perbakah berpikir bahwa nanti akan menikah dengan seorang yang tidak di kenal sama sekali? Jawabnya pasti kadang juga,tapi pasti jawabnya enggak lah ,takut.Tapi dulu aku pernah berfikir aku akan menikah dengan orang yang yang bisa di bilang enggak kenal,dan yang  jelas harus jauh dari tempat  tinggal aku dan yang lebih penting aku harus tinggal jauh dari kedua ortu atau mertu,ehmmm…….kaynya sih pikiran itu ga penting tapi itu sering menjadi patokan untuk mengenal sosok pasangan,lagi-lagi ribet dengan criteria,ihhh…seperti apaan sh seperti inikah criteria cowok aku? Hisstt.. ternyata bukan,lalu kabur dan ketemu lagi lagi –lagi sebuah pertanyaan dating lagi owhh ternyata seperti init oh,eh akhirnya. ..haiyahh.. kok kay gini.. ogah ah…masa harus dapat yang kay gini?Hyah…. kenapa ya sering orang mencari-cari sesuatu yang tujuannya memuaskan egonya,sebenarnya bukan tidak mengerti bahwa tak ada manusia yang sempurna di dunia ini,tapi kan boleh kita mempunyai hak untuk memilih yang setidaknya sesuai dengan selera kali yah,kalo orang bijak bilang mantap di hati,whussshhh….yang jelas pingin she nyari yang pass,tapi semakin mencari semakin ga ada yang pass,umm…so…akhirnya hanya menjadi seorang penunggu…tapi bukan berarti diam saja,bahkan sempat mengikuti jejak kuis di facebook,ada yang sempat menjadi tuntunan ,dia berkata”Jodoh lo ada di friendlist facebook lo”wessss……Sopo?…

Ini dia banyak tembakan sana door sini door,saat itulah akan muncul pikiran iihhh gila iya bener kata si dukun itu ,banyak bener yang nembak,bingun dah,gimana ini masa mesti mengaudisi,bahasa mana pula itu,emangnya artis,tapi tak lepas dari itu memang sempat GR (gede rumungso)ga punya malu asal jangan sampai lupa diri aja gara-gara kuis,jalanin aja kegemeran yang sedang mengembang itu,toh akhirnya membuahkan hasil,dan insya  allh itu yang terbaik,dunia dan akhirat amienn..amieen..,Bukan menang kuis apalagi lotere tapi ini adalah buah dari kesabaran dan doa yang di kabulkan oleh yang diatas,dan jerih payah menyeleksi,weeaakkss..alhamdulillah ini hasilnyaö …..

Dan akhirnya tulisan ini harus bersambung untuk hari esok….udah jam 9.30 wita, ini adalah waktu buat pilihanku tentunya,dan emang sedang butuh banyak O2 dan H2O..waktu ini memang banyak tersita oleh hal-hal yang ga penting yang menghabiskan energy apalagi di ruanganku suhunya mencapai 320 c,seharusnya AC menjadi tuntutan utama,tapi mengikuti istilah orang bijak saat ini untuk berparisipasi dengan lingkungan sebuah istilah Global Warming,yang harus di sadari oleh setiap insan yang mempunyai hati dan sadar akan kehidupan masa depan bumi ini,jadi untuk AC sementara di tunda dulu,tapi sebenarnya emang tidak ada ACnya,berkipas angin saja sudah mencukupi kebutuhan,dan itupun sudah menjadi kebanggaan karena ruangan mungilku indah dengan sumini dkk yang selalu berenang dan berklak-klik dengan teman-temanya paidul dkk..so..happiness adalah menjadi menu utamaku dengan pilihanku.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 



Bolone laron

Mei 23, 2010

Sepi banget keadaan di ruangan tempatku bermukim,hanya aku dan seekor puddle yang selalu membututi aku kemanapun aku pergi di dalam rumah apartement yang  sempit ini,di atas sebuah sofa hitam aku baringkan tubuhku yang seolah telah enggan untuk bersatu,bagian-bagian tubuh ini serasa  ingin berpisah dan terpecah-pecah,rasanya sakit dan lemas,capek banget,namun terasa   seperti api menyengat disaat fikiran kembali mengingat “Home”,”Me” dan mungkin berubah menjadi “Our home” dan “We”.
Ombak di lautan itu berarak perlahan namun seperti sedang mengikuti irama,mungkin mereka sedang bercengkrama dengan angin yang memberikan petuah atau mungkin sedang berbagi kasih,sehingga mereka kelihatan damai ,semua hanya “kelihatannya”,namun sebenarnya entah apa yangsedang terjadi,dan bergolak di balik semuanya,yang bisa aku lihat hanya apa yang yang terlihat,dan kenapa harus berfikir terhadap sesuatu yang tak terlihat,bukankah aku hanya menginginkan sebuah kedamaian,kenyamanan dan sebentuk rasa yang indah yang tercipta dari rasa syuukur atas semua yang telah di berikan oleh Yang Maha Agung itu,lalu kenapa aku membelokkan haluan pelayaranku kesebuah tempat yang tak aku kenali dan aku pahami?

Aku ingat beberapa laron tadi  malam saat aku membuka pintu balkoni,mereka menyerang masuk seketika tatkala pintu terbuka,laron-laron it u begitu tergesa menghampiri cahaya lampu dan seperti berlomba berterbang mengitari lampu tersebut,namun tak lama kemudian satu persatu berjatuhan,kemudian menanggalkan sayapnya,namun entah mereka sengaja meninggalkan sayap mereka untuk apa?”Untuk mencari cinta”.. woaaooww…

Bagaimana tidak,setahuku binatang itu hanya di beri waktu hidup hanya sehari saja,dalam waktu yang singkat bagi manusia itu mereka berlomba mencari kehidupan baru,mereka berebut mencari penerangan demi mendapatkan hidup selanjutnya,kulihat beberapa yang telah menanggalkan sayapnya,dan mungkin telah menemukan impian hatinya bergandeng-gandeng seperti anak-anak maen kereta-kerataan,jalan sana sini seperti terburu-buru,ternyata mereka mencari celah,lubang,dan disana mereka stay,sepertinya segala aktivitas mereka lakukan berdua,romantis eh,mereka kelihatan akur dan saling membantu,mungkin ini demi cinta mereka dan planning mereka  untuk memnciptakan dan mewujudkan dunia baru bagi mereka,mungkin kelak setelahnya mereka akan melahirkan anak-anak mereka dimana mereka akan menjadi sebuah kerajaan rayap,dan akan melahirkan laron-laron (pangeran dan putri) rayap.Binatang unik ini sering membuat orang jengkel namun sebenarnya bermanfaat,bermanfaatnya di tinggal dulu jengkelnya biasa di bahas dulu,heayaahh..jika rayap-rayap itu bisa merusak kayu jelas bapak-bapak rumah tangga uring-uringan,dan rayap-rayap laen pun bisa membuat ibu-ibu rumah tangga  ngambek dan bahkan ngamuk dan bisa lebih fatal keadaanya,rayap-rayap laen yang biasa ibu-ibu sebut itu adalah masalah-masalah kecil yang mengganjal dalam hati dan fikiran ibu-ibu ,perasaan beliau-beliau,atau pandangan beliau-beliau ini.

Sisi laen dari pelajaran binatang melata itu,seharusnya bisa aku pelajari,bukan ikut-ikutan menjekelinya.Beberapa menit lalu aku berbincang-bncang lewat telphone dengan beberapa perempuan,yang mengisahkan bagaimana kehidupan rumah tangga mereka,perempuan-perempuan itu banyak berbicara soal perasaan ketimbang kenyataan yang sedang mereka jalani,dalam sudut pandangku mereka terlihat alright dalam keadaan pasrah dan terkendali,dalam perbincangan itu mereka menyampaikan beberapa hal yang mungkin bisa dijadikan masukan otakku yang mulai dudul karena kekhawatiran.Aku telah memilih untuk menjelang kehidupan baru,namun aku masih belum melepas seluruh sayapku,seharusnya aku harus mengaca pada laron itu,namun aku masih belum bisa melepas keseluruhan,karena aku masih di lingkupi berbagai kekhawatiran. dan kekhawatiran itu sebenarnya adalah rayap yang bisa merusak diriku sendiri,bagaimana seorang ratu itu bisa sukses menjadi ibu negara rayap ?untuk seorang ratu dalam kerajaan rayap itu hanya di butuhkan keiklasan,segala sesuatu berawal dari kerja keras dan saling percaya,saling  menyupport,dan saling mengerti,serta saling menerima apa adanya ,dan untuk menggapai sebuah impian baru yang lebih indah mereka rela meninggalkan gemerlap cahaya di luar,mereka bisa membuang ego mereka demi mendapatkan keharmonisan ,ibu dan bapak laron membangun istananya dengan  penuh kasihdan segalanya mereka lakukan sendiri,menutup lobang bersama,menggotong sesuatu yang perlu di gotong,makan bersama,dan menyelesaikan masalah bersama,maka cobalah mengambil manfaat dari perilaku laron,meskipun mereka berasal dari binatang melata mereka memiliki keunggulan tersendiri,coba melihat kebun jamur mereka ,bagaimana mereka memproses kebun itu,bukanhah mereka melakukan yang terbaek dengan cara mereka sendiri,lalu bagaimana dengan rayap yang menjengkelkan? pasti yang ku ingin adalah tidak mencotoh perilaku rayap (rakyat mandul dari ratu laron) yang merusak kehidupan orang laen,dengan memakan kayu perabotan rumah orang maksudnya,namun dalam istilah laen,rayap-rayap menjengkelkan yang bisa merusak kehidupan sendiri bersama orang yang tercinta yang ingin aku pelajari.

Seperti salah satunya kekhawatiran,dan cemburu,tidak percaya,dan over menuntut.Menurut ibu-ibu hal-hal itu yang dinamakan rayap dalam kehidupan berumah  tangga,aku yang lebih cenderung terbuka dengan tulisan mulai gelisah mengapa aku tak berani berkata langsung dengan apa yang membuatku tak nyaman,lalu kenapa aku harus banyak mengkomplain,bukankah aku sendiri tak bisa menyelesaikan masalah yang aku hadapi dengan sendirinya?Inilah kelemahan dan ego ku,aku lebih suka memendam apa yang seharusnya di diskusikan bersama,apa yang menjadikanku kaku terhadap sesuatu yang menakutiku itu justru menjadi rayap pengganggu,dan jelas tidak membantu banyak ,hanya sebuah “Apus-apus’ artinya everything such gonna alright,tapi sebenarnya sadar bahwa itu akan meledak suatu saat dan itu merupakan boom yang bisa menghancurkan.

Seperti tak ada kerjaan dalam spare time ,bengong mandangin kompi dengan artikel-artikel yang menurutku bisa menyupport awal langkahku,semua berkata hamper sama,gorean-goresan tinta itu seperti garis-garis yang menuju kearah yang sama,darimana mereka mendapatkan keyakinan seperti itu,googling dan mengubah kalimatnya?atau dari petuah dari mulut ke mulut? jadi kalimat petuah dalam artikel itu adalah benar karena mengikut kata terbanyak penganutnya?,saat aku mulai memiliki ide laen dari apa yang menjadi masalah yang sama ,aku berusaha mengambil langkah yang bertentangan dari kebijakan penganut terbanyak,yang sering aku lihat kenyataannya,seperti”Jika kekasihmu selingkuh,tinggalin aja,emang dari sononya begitu sampai kapanpun dia bakal begitu,ada kesempatan atau tak ada kesempatan”,akhirnya banyak banget kalimat yang hamper sama maksudnya mengenai hal itu,bahkan saking ingin tahunya soal”selingkuh’ itu aku bela-belain nongkrong di forum hanya pengen tahu apa pendapat orang laen atas hal itu.Namun kebanyakan mereka menganggap hal itu adalah menyakitkan dan sebuah penghianatan,jadi harus di singkirkan.Sebelum aku melangkah ke dalam hubungan aku sering berfikir,aku pasti akan di duakan atu di tigakan(suudzon banget),aku menghitung waktu,jika sebulan belum terjadi sesuatu,aku cengar cengir bahkan seolah aku menunggu dengan keyakinanku,dua bulan berlalu, eh lucu,dan tiga bulan berlalu,,waaoooww.. keren…,dari sini aku belajar mempelajari mengapa doi ku berbelok jalanya,aku berawal dengan menoleh ke langkahku,hiya langkahku belum belok, cuma banyak hal yang bisa membuat doiku mbelok,jika orang laen bisa mendidih adrenalinya,aku malah giat menelateni apa yang sedang terjadi,aku jadi ingin tahu apa maunya tapi justru aku lebih menyayanginya,dengan memberi kebebasan bagi dirinya memilih,tapi tak melepasnya membuat aku lebih ingin mendekat,aku benar-benar ingin tahu apa yang sedang dia inginkan,kenapa dia bersamaku tapi juga ingin dengan  nyang laen,jika yang terdahulu aku lebih sering mengikuti perasaan “leave him’ tapi tidak untuk kali ini,aku terdorong untuk menyelesaikan dengan cara lain,dan yang jelas bukan competition dengan selingkuhanya,karena doi bebas untuk memilih.Sungguh luar biasa .. aku ternyata mampu mempelajari hal yang selama ini aku benci,dan uniknya indah meski dalam apus-apus( pretendning) dan aku heran kenapa aku meyakini pretending to be happiness  demi menggapai real happiness itu penting.

Selangkah lagi perjalanan ini akan berputar, dan aku harus memilih dan pilihan itu telah aku putuskan,jadi bukan sekedar Nagging kepada Emak.”Emaaakkk aku pengen permen”tapi kini”Emakkk.. doakan aku mau Merit”.
Sangat mudah dalam bayangan namun ternyata sungguh rumit,tak seperti yang aku bayangkan sebelumnya ,dan memang sangat beda dari sekedar pacaran,jika dulu aku serius dengan mantan namun aku salah menanggapi keseriusan itu,akuterlalu mempermainkan kata serius itu menjadi  sebuah golok ego yang mematikan,keseriusan tanpa menghormati komitmen adalah salah besar,dan menghormati komitmen tapi tak mendalami dan sengaja tak menjalani arti komitmen itu sendiri ternyata fatal,LDR itu tidak mudah,dan sering di gerogoti rayap..

Jadi saat belum jadian dulu sering berdoa semoga dia menjadi  yang terbaek untuk the rest of my life,dan setelah jadian ternyata dia tak seperti yang kita inginkan,dan setelah menikah kita menyesal,kalimat ini setidaknya menjadi sebuah pemikiran baru,dimana aku harus siap menerima pasanganku apa adanya,karena dia adalah pilihanku,dan segala yang sempurna adalah hanya milik Tuhan,namun yang menjadi kekhawatiran laen adalah apakah dia seperti yang aku fikirkan,bagaimana jika tidak? dan lagi-lagi” Emakkk… tolong lah aku..” namun kini telah berubah” Ya Allah,hanya kepadamu  keserahkan segalanya ,karena hanya Engkaulah yang maha tahu dan hanya ridho-mu yang aku mau”

*coretan bersama puddle*

Pojok ruangan

April 17, 2010

A slice green tea cake with honey tea,please..ku dengar sendiri suaraku setelah menyapa hye pada seorang pelayan cafe,harum steak di meja sebelahmengundang  perutku  untuk mengodermakanan itu ,namun bukan saatnya,aku hanya memilih pojok ruangan disana ada tempat ngenet kosong,dan aku hanya duduk melototi layar monitor ,ada beberapa helai peristiwa yang mengusik anganku.yang selama ini telah aku kubur mati-matian,sudah lah ini adalah bagian dari kisah romance yang indah,yang kadang terasa teramat pahit dan getir ,namun coba buka mata betapa indahnya sebenarnya keadaan ini,back ke tujuan semula jangan melihat cinta hanya dengan mata saja,tapi jangan juga melihat cinta dengan hati saja,well jangan teruskan,petikan buah dari perjalanan yang aku lakukan itu terlalu manis untuk di ungkapkan,yang jelas nikmati dan syukuri,itu jalan yang terbaik,buka mata lihat betapa indahnya pagi meski berkabut,senyum bahagia saat melihat sebait tulisan di sms,”selamat pagi sayang,met beraktivas” bukan kah hal itu sangat indah?

 Dipojok ruangan ini,aku lihat banyak orang dengan berbagai macam menu yang mereka makan,aku sendiri telah menyatap cakeku dengan perasaan sangat lega,tea yang aku minum begitu manis,semua yang aku rasa seperti begitu indah,aku lihat beberapa message dari hunnyku,yang bikin aku senyum..dan yeah kangen itu semakin kuat merapat di relung hati sana.

Jika saja ….

  so damn jika ingat betapa berat beban dua hari ini,berhadapan dengan orang-orang yang seakan ingin menerkamku,kerjaan  menjadi momok yang bikin ngeri saat dampratan berkali-kali meluncur,well pelajaran berharga ..
Inilah adalah pelajaran yang di berikan oleh orang-orang atas sekaligus buat mereka sendiri aku kira,karena mereka hanya bisa memebentak ,nu-ah setelah semuanya beres,hu-uh…..apa arti dari pelukan dan kue tarts itu? meski ga semangat untuk makannya,namun that just was great after all,perjalanan ini ….

  di pojok  ruangan ini.. sumpah manyun ..

disini aku lahir

April 2, 2010

   ……Berjalan diantara rumput kering tanpa alas kaki,bergurau dengan sinar mentari yang baru menyembul dari pelukan angkasa,semburat jingga itu membuat fikiran seperti tertusuk duri onak,ku akui aku adalah sosok  pucat yang berjalan mengikuti impian yang hampir usang……

Berebut mencari tempat dan di nomor satukan dari milyaran pertanyaan yang selalu menggeluti jiwaku,menunggu tuan waktu menjawab satu persatu dari sekian pertanyaan batinku,mengoyak imaginasi yang selama hidup sebagai prosa tak beraturan,menghakimi detik-detik yang di penuhi kesalahan,kebohongan menjadi master keindahan,dan kenyataan menjadi budak kekecewaan,dimana saudara kepercayaan itu kini tinggal,akankah aku masih bisa menjelangnya dan menggenggam erat kekuatanya?aku telah hanyut oleh keindahan yang kubuat sendiri,bahkan aku telah beritakan pada setiap insan yang aku temui kalau aku sedang sangat bahagia,dan mereka ikut bersyukur dengan kebahagianku,seolah merekapun telah bisa menghirup harumnya pesona dupa keindahan ,adakah diantara insan-insan itu mengira bahwa aku sedang bermain sandiwara?

   Aku….dari mana aku datang…cuma dari goresan pena  yang melebur,menghasilkan coretan yang tak jelas bagaimana bunyinya,namun sebuah tanda mengisyaratkan bahwa leburan tinta itu ada maknaya,sepintas lalu mengisyaratkan bahwa dari tulisan itu menyimpan sebuah misteri,namun sebenarnya itu  hanya sebuah goresan yang mengisyaratkan ketidakpercayaan pada kenyataan yang di jelang,ini bukan sandiwara,ini adalah nyata,kehidupan yang terpilih dari pena diatas kertas dan melebur menjadi tulisan kabur,tak jelas,penuh praduga dan banyak menyimpan kebohongan,namun membentuk sebuah kebahagiaan,”Inilah kebahagiaanku”kataku,aku menemukanya disini diatas kertas ini,aku lahir dari sini,sambil berkali-kali melihat lembaran kertas tak bernyawa itu,aku menemukan kehidupan di kertas ini,atau tepatnya di tulisan ini,disini aku mulai mengenal”Cinta”di sini aku mulai mengerti”Kangen” di sini aku kembali merasa”Ingin memiliki” dan dari sini pula aku bersi keras “Akan ku jelang bahagiamu disini,bukan di kertas ini tapi di kehidupan nyata ini”..

  Ku nantikan kejujuranmu dikehidupan yang nyata,nyata kita ada ,kita bisa bertatap muka,nyata kita bisa saling sentuh,bukan sandiwara pura-pura nyata diatas kebohongan,seperti skenario yang telah kamu buat untuk memperindah cerita.

Adakah pernah kamu dan aku lihat;
Empang itu pastinya banyak di hidupi oleh makhluk-makhluk unik nan indah,yang memiliki lebih dari keinginan untuk hidup lebih dari seribu tahun, begitu kita melihat seolah mereka sedang bergembira ,bercanda bersama dan seolah tak ada duka dan fikiran kelak akan bagaimana,kehidupan seperti apa yang mereka nantinya dapatkan,mungkin dalam wajan atau dalam mesin panggang?seolah teriakan mereka adalah seperti memohon, tapi bukan, sepertinya sedang berdendang,yang jelas entahlah sepertinya  sering teriakan-teriakan dari dalamnya mengiris perasaan tapi sayang tak satupun diantara orang-orang yang berlalu lalang mendengarkannya,bahkan mereka yang lewat enggan untuk menyapa ada yang mencoba bertanya namun itu karena mereka merasa aneh dan tak seperti biasanya,empang itu seperti telah mulai lelah untuk di mengerti?benarkah?
   Dari sini aku hadir,ketika kebohongan hadir,melukiskan kenyataan itu begitu indah tapi menyakitkan,sesuatu itu menyakitkan tapi indah, tak sulit untuk mendapatkan kebahagiaan,dalam sakit itu kebahagiaan hadir,diatas kebohongan itu kebahagiaan menjelma,seolah nyata,dan apapun warna kebahagiaan itu adalah indah,dan sakit itu sirna.

kebahagiaan..kebahagiaan….

*coretan jutex*

menyelam kembali

Maret 25, 2010
tags:

  Bosan banget dengan topik yang berbau:

pengkhianatan,perselingkuhan,curang,pengecut dan  tetek bengek lainya..Busyeettt…illfil banget setiap membuka jendela selalu terlihat dan terngiang sebentuk perkara itu.Jadi seperti ikut terbakar oleh kekacauan,dan bikin hidup tak tentram..

   Mencoba menggali beberapa perbincangan yang beberapa hari ini terjadi,bersama beberapa perempuan yang menjadi sahabat-sahabatku,tentang “Everything”dari dalam sampai luar,sepertinya aku memasuki  dunia laen,baru dan fresh,seperti misalnya tentang impian ‘Seorang pendamping’,seolah suasana balik ke zaman teenager,kita berbincang kembali tentang teman-teman saat masih di bangku SMA,whahahahha… gokil,ingatan kembali kepada cowok-cowok ABG masa itu,kayaknya cowok-cowok di kelasku keren-keren,juga dengan cewek-ceweknya,well menyelam ke zaman SMA:……

   Seragam abu-abu putih,begitu keren saat itu dengan rambut di kuncir kuda menggendong rangsel ,memondong beberapa buku,lari-lari mengejar mikrolet orange jurusan kota kecil itu,ramai-ramai berebut tempat duduk sambil guyon,tapi meskipun aku udah dapat tempat duduk,si kenek atau si soper mesti usil aku harus turun,karena tubuhku yang mungil,jadi gampang di atur,yang pasti duduk di sebelah soper atau kadang di pangku oleh teman cowok,perasaan begitu sebel,tapi begitulah keadaannya,karena waktu yang tak banyak,dan kendaraan yang terbatas,namun keadaanya tetap saja gembira,sambil ngobrol ngalor ngidul,pembicaraan yang setiap hari adalah itu2 saja,ngrasani guru-guru,bagaimana mereka menyampaikan materi pelajarannya yang bikin ngantuk,ada yang bikin gemes,ada yang bikin adrenalin tegang,ada juga yang bikin otak menjadi seribu rius,dari mulai mata pelajaran bahasa  Indonesia -matematika sebagai sang momok paten,tiba-tiba raut wajah para guru dan teman-teman itu berlalu lalang di mataku,beberapa guru idola telah meninggalkan dunia,sedang semua teman telah entah menyebar kemana,hanya satu,dua orang saja yang masih bisa ku ingat dimana mereka,namun komonikasi benar-benar telah terputus.
Dulu saat di laboratorium disaat Pak Hendra menerangkan hukum Newton,murid-muridnya sibuk bercerita sendiri-sendiri,kira-kira kelak kita akan jadi apa? ada yang ingin pergi ke Eropa saja,ada yang ingin menjadi polwan,ada yang ingin menjadi direktur dan laen sebagainya,semua keinginan itu seperti membawa angan-angan menuju kesana,namun tak ada yang berkeinginan menjadi TKI (buruh migran),masih ingat bagaimana aku berlomba mendapatkan bea siswa sampai bentrok dengan guru bahasa Indonesia,yang menjadikan aku membenci mata pelajaran itu,dan lebih mengidolakan bahasa Inggris,selama 4 semester aku tak di tanyai oleh guru itu,dan semakin membuat kebencianku menggila,namun di laen sisi aku lebih suka menyendiri di pojok perpustakaan dan sering mencuri-curi kegiatan kakak kelas yang sedang membuat sastra,aku mengagumi  karya mereka,namun saat tiba mendapat tugas untuk membikin sastra,aku menjadi ogah,dan alhasil adalah copas dari teman seperjuangan.

    Dulu sering berangan disaat menjalani “cinta monyet”aku lebih cenderung pada cowok yang cewl,sombong ,arogant,tapi otaknya cemerlang,sering memilih dekat dengan cowok sekolah laen,anti banget dengan cowok “anak mama”,sementara teman cewek yang laen,lebih suka cowok cakep.Dunia masa itu begitu indah seperti pohon alpokat di rumah tetangga sekolah,begitu tinggi ,rimbun dengan daun dan buah,selalu mejadi tempat keramat tempat berbagi,menikmati kesejukan di hari siang bolong yang panasnya ampun saat recess,tempat mangkal yang paling demen saat berdua,bergossip ria,dan curhat-curhatan.Tempat itu adalah tempat dimana yang namanya cita-cita membayang dimata,seindah,tinggi menjulang dan penuh harapan ,seperti pohon alpokat yang bisa membuat orang-orang di sekitarnya bahagia,

 Sebelum Graduation day dulu aku dan teman-teman sering ketemu dan berbicara soal siapa kelak yang hendak memiliki diri kami masing-masing,misal Anita;dia seorang perempuan yang cantik,rajin,meskipun IP dia termasuk yang paling tertinggal di antara kami,tapi dia adalah termasuk paling ulet,dia tak menyukai pelajaran apapun juga,kecuali ada hubungannya dengan uang,ternyata dia saat ini menjadi wanita kaya karena keuletannya,dalam benaknya hanya uang dan uang,sampai mencari pacarpun ada kaitanya dengan uang,sebagai perempuan beruang,tentunya dia mempunyai kriteria dalam memilih pasangan,tapi ternyata bukan mencari seorang pendamping yang beruang,dia tidak butuh katanya,tapi dia memilih seorang ‘pegawai negeri’.siapapun PNS ,asal PNS,jadi soal bagaimana si PNS itu dia tak peduli asal PNS,siapapun dia,bakal Ok.
Donna,perempuan ini sejak dulu suka dandan,sampai ditasnya bukan buku pelajaran yang ada,tapi berganti dengan peralatan dandan ala cewek jaman itu,sedang buku pelajaran di carry begitu saja,dia suka di perhatikan,dan dia suka memilih pria yang dia cintai,tak peduli pria itu bagaimana,asal dia cinta,dialah yang akan mendampinginya,perempuan ini sekarang membanting dirinya sendiri,pontang panting mencukupi kebutuhan keluarganya,sedang suami tercinta di rumah mengurus anak dan mertua,demi cintanya perempuan ini rela berkorban apa saja.
Anna.seorang perempuan cerewet,dan banyak menuntut,karena dia menyadari bagaimana dirinya yang suka menuntut ,dia berangan memiliki pasangan yang penurut,dan disaat pacaran dulu sang suami adalah seperti arjunanya,selalu mengalah pada perempuanya,lembut dan memanjakanya,for heaven`s sake..,jadilah akhirnya setelah menikah perubahan terjadi,persetruan rumah tangga selalu terjadi seganas perang dunia I,tak di rumah tak di jalan tak dimanapun mereka berada selalu berantem,tapi mereka tetap saling cinta,sudah menjadi habit kalee katanya berantem itu adalah kebahagiaan mereka,*aneh*
Dan masih ingat juga dengan para cowok,dari kesemua yang aku ketahui mereka cuma nyengir kalo di ajak bincang2 soal pasangan,tapi presentase terbesar,mereka memilih cewek sederhana,cemerlang otak,ga neko-neko,namun beda dengan Annas,cowok ini dulu mengimpikan cewek galak,kalo bisa tmboy,karena dia ga suka cewek yang doyan nangis,tapi bukan berarti semua doyan nangis toh,entahlah itu hanya uneg-uneg jaman baheulla,trus…
bagaimana dengan aku waktu itu,kaynya cuma aku yang ga punya  kriteria  bagaimana dan seperti apa pasangan yang aku inginkan,karena aku ga terlalu terfokus soal itu,yang ada di benakku bagaimana aku bisa menjelajahi dunia ini,bagimana aku bisa menginjakan kakiku di negara-negara laen,aku ingin mengenal banyak orang,aku ingin mengetahui bagaimana kehidupan orang-orang di luar pengetahuanku,aku ingin banyak belajar tentang apapun juga dari orang-orang di luar impianku,kemudian aku juga berkeinginan mempunyai banyak pacar dari berbagai negara,aku ingin merasakan bagaimana karakter pria-pria itu,namun aku tahu hal ini adalah keterlaluan,dan bahkan mungkin tabu,tapi itu adalah mimpiku jaman dulu,yang jelas,ada yang bisa aku dapatkan ,namun juga banyak yang tak kesampaian,untuk sekedar menginjakkan kaki di beberapa negara asia sudah bisa aku lakukan,meskipun mimpiku adalah mengelilingi dunia yang maha luas ini tak kesampaian,sedikit dari apa yang sudah pernah aku dapatkan kini sudah sangat beruntung dan bersyukur,soal banyak pacar dari berbagai negara sedikit kudapatkan namun ternyata ribet,justru bukan sebuah keindahan seperti yang aku impikan,boro-boro pacaran,di deketin saja sudah lari tunggang langgang, pria itu mengerikan…,

  Perbincangan dengan bolo-bolo raket itu kembali mengingatkanku pada tujuanku semula,untuk apa aku disini,apa yang aku cari,selama ini aku  hanya berfikir soal bagaimana aku bisa mencukupi kebutuhan keluargaku,sebagian dari mimpiku telah aku kubur,seperti aku ingin melanjutkan kuliah dan memiliki tutorial di desa,dengan harapan anak-anak desa itu tak ketinggalan dengan anak-anak kota,hanya di karenakan fasilitas dan keadaan yang minim di desa ,jadi sering ndersulo ‘piye toh,haiyah uripmu yo uripmu,uripku yo uripku’.sering ku merasa teramat sangat kesepia tanpa siapapun di sekitarku,tak ada sodara,orang tua,kekasih,ataupun teman,sepertinya aku hanya mengarungi hidup ini dengan kesendirianku,aku ingin seperti masa SMA dulu,tapi waktu telah berkata laen,dia telah menunjukan dunia yang laen,da aku harus meneruskan perjalanan mau tidak mau,perjalanan ini tak seperti impian di masa SMA,sungguh berbalik,bahkan benar-benar melenceng dari mimpi itu sendiri,keluar dari prediksi,”Hidup yang sebenarnya”penuh liku,dan penuh perjuangan untuk survive.Keindahan masa muda itu…..

 Kini semua itu telah berlalu begitu cepat dan tak terasa,namun sering menyayat,dimana ,hanya seekor poddle yang di tinggal si empunya jadi sahabatku,selalu mengikuti aku kemana aku pergi,duduk di pangkuanku saat aku duduk,tidur di kakiku disaat aku santai di lantai sambil baca-baca buku atau buka-buka laptop,memandangi aku saat aku menangis sambil tangannya sesekali menyentuhku,bengong saat melihatku berbicara di telephone dan tertawa atau mungkin dia iri saat aku kangen-kangenan,dan mencakari lenganku saat aku makan raisin bread,karena paling suka makan roti ini,setiap tau aku makan roti ini dia selalu mengejarku dan melompat2 ingin merebutnya,aku sering bercengkrama dengannya dimana dia cuma memandangiku tanpa sepatahkatapun keluar dari mulutnya,aku bertanya dan aku menjawab sendiri pertanyaanku seolah dia  yang jawab,menimangnya,dan memarahinya(crazy mode on)

   Sesekali aku melirik ke daun jendela,disaat malam pekat,aku sering bertanya,bagaimana kehidupan ku nanti jika aku telah menikah?berarak khayalanku ke sebuah pulau impian baru,dimana aku takberani membayangkan sebelumnya,namun entah mengapa imaginasi itusering muncul di saat aku sedang sendiri membayangkan hubby  dengan tingkah lakunya,memarahi anak-anak saat mereka nakal,bermanja-manja paa hubby saat anak-anak sudah pulas tertidur,sampai bagaimana harus menghadapi jika sedang berantem dengan hubby,akan kah hubby mengerti apa yang aku mau?bagaimana jika dia tidak,bagaiman aku akan cure the pain saat ku ketahu diaselingkuh?akan kah dia melakukan perbuatan bodoh itu,lalu bagaimana dengan aku sendiri,aku hanya ingin seperti di bayangan mimpiku itu?seperti apa,bagaimana?

  Simple sebenarnya,tapi aku sungguh bahagia meskipun hanya sekedar membayangkannya,aku tak pernah tahu dan tak bisa memprediksi bagaimana kehidupanku kelak,itu masih sebuah mistery ,sementara masa-masa indahku telah menjadi memory  namun sungguh teramat indah..sementara saat ini,keadaan hidup yang nyata ini,aku berkejaran dengan waktu,di dampratnya,di maki dan dilemahkanya aku,namun aku selalu berusaha untuk positive dan survive,perjalanan ini belum usai,beratus kali kalimat ini selalu menjadi penguatku,sampai kapan ….

kok rasanya aku seperti hendak melayang….

seputih apakah hatimu….

Maret 17, 2010

        “Bajingan…!!!bangsat…!!!HANGKACHAN..!!!(son of bitch).Asuuuuu….Celeng….!!!!…Jiancux…!!!”

      Huh….!!!!biarkan aku mlongo dulu……bingung untuk mengingat seluruh kejadian itu…,teriakan itu begitu cepat dan sangat keras terdengar,dadaku seperti hendak berhenti,namun aku segera duduk di depan mereka sambil melempar tasku ke pojok kursi,aku hanya bisa tersenyum dan berusaha untuk meredam suasana,”Lhoh,jange mateni aku tha?,nek mateni aku ojo nggawe pisuhan rek,ga mandi,carok tha?”sambil berkacak pinggang aku menirukan logat para pemain ludruk jaman aku kanak-kanak.
Dan syukurlah,mereka pada ketawa,dan akhirnya membuka botol beer mereka,dan kemudian duduk,namun aku melihat beberapa perempuan tak aku kenal masih tetap menopangkan dagu mereka diatas kedua tangan mereka dan matanya sembab.Dan tiba–tiba..”Monyet Lo!”suara disampingku tepat di dekat telingaku,kaget sampai deg-degan aku,sehabis itu suasana hening,dan hanya suara AC dan dentingkan botol beer beradu dengan meja yang aku dengar dan bantingan hp di atas meja.

    “Sek nek ngamuk ngene carane opo masalahe bakal selesai,opo saiki kabeh enak e muleh wae?” aku mengeluarkan hp dan membuka inbox dari smsku,dan aku taruh di meja,ini sms terakhir yang aku dapat dari dia ,sudah jelas kalo dia pamitan.

Sebuah tema “MONYET LO”
Sejak awal sudah aku pastikan undangan dari beberapa teman untuk membahas kalimat di atas,pasti akan membawa kobaran yang mungkin siap membakar jantung masing-masing,jadi bekal yang harus di persiapkan adalah  pemadam kebakaran  seperti es krim bwatku  untuk meredakan bara di dalam dada ,aku melihat dari gerak-gerik mereka ,mereka sedang terjangkit amarah maha besar,muka mereka seperti sangat serius dan mata mereka marah,namun aku juga melihat beberapa perempuan duduk sambil menopang dagu.seperti sedang memikirkan sesuatu.

Andai saja aku adalah seorang yang pandai membaca makna dari tutur kata yang manis,senyuman,raut muka dan perilaku yang bisa dilihat,mungki aku akan menjadi seorang hakim saja,tapi aku hanya bisa terbengong-bengong ,dan mulai berfikir kembali tentang apa yang telah terucap dan terjadi,benar sungguh “Jangan menjudge sebuah buku hanya dari covernya saja”,sejak pertama lihat cover itu begitu menarik,berhasrat untuk meneliti contents yang ada,berasa great,memulai dengan introduction yang menggambarkan sosok itu unik dan menyeret hasrat untuk lebih mengetahuinya lebih dekat ,dari chapter ke chapter,banyak hal yang bisa di pelajari,yang jelas menyimpan tanda tanya,tawa,duka,dan inspirasi.
Kini awal dari tanda tanya itu mulai mengadakan penampakan jawaban,tidak tahu persisnya namun bisa disimpulkan,bagaimana manusia itu hidup dan terus berusaha untuk survive.

  Siapa yang tak ingin masuk surga,seperti apakah surga itu?hanya orang-orang yang baek yang bisa masuk surga,itu adalah ajaran yang sampai saat ini sebagai pegangan agar tidak terlalu banyak berbuat dosa,kembali ke dunia nyata,apakah orang yang sedang jatuh cinta tidak mengenal dosa? cinta?bla bla…..karena cinta harus berbuat curang dan pengecut,bukan kah dalam cinta mengajarkan untuk menjadi seorang patriot,seorang hero?”aaahh itu cuma hanya buat para soldier ,jadi cinta itu hanya milik soldier?lalu… bukan termasuk dalam pembasan,yang jelas ada beberapa kelompok manusia yang menghalalkan cara untuk menggapai cinta,beli..???hueeekkk… mengerikan..
lalu bagaimana dengan monyet lo?monyet milik kamu kah? ternyata bukan ,itu artinya dasar kera,ga punya otak,sedangkan sosok manusia ini punya otak jadi apa pantas di sebut kera? sosok ini hanya tidak mempunyai hati,jadi sebutan apa yang pantas?

    Bagi sekelompok manusia yang memang suka/ berniat untuk meraih keinginan hatinya dengan tak peduli dengan orang sekitarnya,hal itu tidaklah menjadi masalah ataupun beban perasaan,tapi bukan berarti mereka ini telah buta ataupun tuli,karena hanya inilah cara mereka untuk mendapatkan kepuasan dirinya sendiri/selfish atau keterlaluan kalee.
Apapun tujuanya mereka mempunyai alasan untuk melakukan hal itu,entah pelampiasan karena sakit hati,balas dendam atau sekedar main-main/iseng,yang jelas maklhuk-maklhuk semacam ini dinamakan monyet oleh teman-teman..

     Kusus dari topik dari negri ini  yang membuat beberapa perempuan teman-teman menjadi teramat gusar,berawal dari salah seorang sobat terdekat dan terhormati,betapa cantik perangaian orang tersebut,lemah lembut dan manis tutur sapanya,dengan wajah manisnya perilaku indahnya tak menggambarkan hatinya yang sedang bergolak.Amy sosok yang aku sering bawa-bawa dalam perbincanganku disaat jauh dari sobat-sobat kentalku,sosok anggun  dan kalem,ada magma yang siap melahap siapapun di dalamnya,hiyaa hanya Tuhan Yang Maha Tahu.Janda beranak satu ini memang kadang membuat orang jatuh bangun,bukan karena dia pandai karate dia bisa meluluhkan hati orang yang mendengarkan kisahnya sebagai seorang perempuan yang harus menjadi single parent dan harus memenuhi kebutuhan keluarganya.Namun entah mengapa akhir-akhir ini dia begitu kelabakan dengan masalah finansial,sampai di berani memasuki dunia pinjam meminjam bukan cuma dari teman,bank dan juga perusahaan peminjaman uang lainya.entah bagaimana pula dia bisa mengangsur hutangnya yang melebihi hasil income nya..

    Hasil terakhir meletus,Amy mengirim sebuah sms terakhir pada tengah malam bahwa dia sedang di bandara menunggu pesawat,sebuah berita tak terduga sebelumnya,karena saking ngantuknya setelah sholat malam akupun meneruskan mimpiku,meskipun mimpiku tak seindah yang aku bayangkan aku tetap melanjutkan dan menikmatinya.
Matahari telah terbit hatiku telah berbunga dengan sebuah senyum aku berangkat kerja dan lupa akan sesgala keburukan yang terjadi hari-hari yang telah lalu,seperti mimpi di musim dingin dan di musim semi ini berharap kebaikan akan bersemi,jadi aku harus melupakan keburukan-keburukan hari kemaren,tak lupa Basmalah menjadi tongkat kekuatan berjalan..
Tiba-tiba sms bermunculan,karena hpku takbisa di hubungi,”thema :MOnYET LO,dari negri…after lunch..bali restoran”

  Kemarahan dari teman-teman bukan karena Amy begitu saja ,tapi karena warisan yang di tinggalkannya membuat orang-orang disekitarnya pantas mengamuk,dia meninggalkan hutang yang tak sedikit pada perusahaan jasa peminjaman uang dengan memakai saksi teman-teman sendiri,juga hutang-hutang pada teman -teman dan aku..lebih kejam lagi dia tidak pulang kerumahnya namun pergi bersama suami Nita sahabatnya,seorang sarjana pengangguran yang hidup dibawah kathok sang istri,betapa tidak,dia hanya mengandalkan uang kiriman istri yang begitu sengsara di negeri orang menjadi seorang pembantu rumahtangga dengan gaji tak seberapa,sedangkan dia(laki2) hanya dirumah,maen game,dan cangkruk bersama anak2 di pinggiran jalan,sedang anak satu-satunya di titipkan mertua,tidak berfikir segala kebutuhan rumahtangganya semua di tumpahkan kepada istri,bahkan hanya mengisi pulsa hpnya pun harus meminta pada istri.lebih dari sekedar kejam,dia tidak memperhatikan si istri justru dia berbuat serong dengan sahabat istri,berawal dan berakhir dengan pelarian tak terduga bersama sebuah sms permintaan maaf dan mohon doa restu,karena cinta..

  Busyettt…sering aku bicara ‘orang mempunyai pilihanjadi kita harus menghargai apa yang menjadi pilihan orang tersebut,asyemmm ….gimana bisa menghargai pilihan orang yang curang semacam ini,kalau di dalam perjalanku sendiri aku mendapati kecurangan aku masih bisa membuatnya enteng dan bersyukur karena aku mempunyai jalan yang lebih baek dan aku bisa mengerti bagaimana sebenarnya orang yang mencurangi aku,aku bisa menerima karena aku  emang belum bisa menjaganya,aku belum bisa memberikan yang terbaik buatnya,jadi jika dia memilih curang aku bisa memakluminya,setidaknya,kabar burung dan celoteh kakak tua dari negeri tercinta itu adalah tidak salah dan memang terbukti,  dia telah membuktikanya sendiri siapa jati dirinya sendiri dan maksud serta tujuannya mempermainkan perasaanku adalah cuma racun yang manis , memang sejak awal  sudah di niati untuk bermain demi kesenanganya sendiri,jadi aku adalah perempuan yang sungguh beruntung,karena aku telah di pertunjukan jalan yang terbaik ,sebuah rahmat yang tak ternilai harganya dari Yang Maha Besar,lebih cepat jawaban itu telah diciptakanya,meskipun aku merasa tergampar aku masih bisa berdiri dan berjalan dengan bangga karena aku bisa mendapatkan jawaban yang sesungguhnya,tapi aku lebih merasa kasihan dengan sicurang,semoga dia bisa menjadi orang yang tak selamanya curang,tapi bisakah?bukankah itu sudah mendarah dan mendaging dengan dirinya?!

  Kembali ke kisah monyet,di pisuhono orangnya ga da,jadi hanya bisa ngamok sendiri-sendiri,aku menjadi seorang yang merasa bersalah,karena ternyata hanya aku yang di pamiti,meskipun uang ku tak sedikit di bawanya namun aku juga merasa sedih kehilangan dia dan beban yang dia bawa,masalahnya sekarang dia tidak tahu dimana,bagaimanapun juga dia masih sahabatku,kenapa dia tidak berbicara kepadaku atau aku yang tidak menyediakan waktu luangku untuk dia bercerita,atau memang ini adalah secret hidupnya,tapi mengapa dia begitu tega,kemana naluri wanitanya,apa emang di dunia ini memang sudah tidak ada laki-laki yang baek,sehingga harus merebut laki-laki orang?
dan kenapa aku harus banyak sekali bertanya,bukannya mencari tahu kemana dan apa tujuannya perempuan ini kabur?seorang perempuan yang memerlukan sebuah pengayoman,di judge perempuan perebut suami orang.Dan sebenarnya siapa yang pantes di sebut “SI KEPARAT” itu?  kok tiba-tiba dunia ini  menjadi seruwet ini,seruwet aku melihat perempuan-perempuan yang menenggak beer dengan amarah,aku menjadi bergidik sendiri,aku bisa menyadari kegusaran mereka,namun perempuan ini adalah masih perempuan karena pergaulan mereka yang kebarat-baratan menjadikan mereka seperti bukan perempuan yang aku kenal dulu.

Jadi dimanakah sebenarnya  Si AMY…..

coretan dini hari

Maret 16, 2010

  Gelombang air laut itupun kembali tenang,pohon-pohonpun berhenti menari,suasana begitu tenang,seakan segala yang ada di daratan  pulau kecil ini ingin diam,dan membisu,sebenarnya memang enggan untuk bersuara,karena yang keluar terdengar adalah hanya goresan kelelahan,gumpalan-gumpalan awan di angkasa seolah tak lagi menghiraukan anak-anak angin yang berteriak mendorongnya untuk segera melaju,semuanya enggan dan bahkan mentaripun malas untuk menyembul dari tirai kabut dan awan hitam.

Kutengok wajah pucatku,aku merasakan kehangatan di pipiku yang sejak tadi menahan gamparan angin nakal,berusaha untuk bersabar sambil menyaksikan bangunan-bangunan kepercayaan itu merotol sedikit demi sedikit,anganku berimaginasi,dan naluriku bertanya,”Kapankah bangunan yang terbangun kokoh itu akan roboh keseluruhan?”
Seperti arca berkepala milikku berdiri diantara tumpukan-tumpukan kartoon ,dan sebuah jendela yang terungkap sedikit daunya ,tak bergeming dengan tatapan yang tak jelas kemana arahnya,yang jelas begitu jauh dan dalam,kearah dimana di sebuah daratan dan lautan yang telah menenggelamkan impian yang kini telah porak poranda karena kebengisan waktu dan kekejaman nalar.Dulu telah aku bangun sebuah rumah dengan pilar-pilar kasih ,tak kuhiraukan letih dan remuknya raga,dengan semangat meskipun tertatih setengah terkapar kubangun atap-atapnya dengan ribuan kepercayaan,kusulami dinding-dinding yang bolong karena kikisan celaan,kerasnya hati akan sebuah keinginan menjadi sebuah pondasi yang kokoh telah terprediksi tak akan roboh meskipun rongrongan tikus jail yang tak henti membuat lubang dengan berita-berita yang sering mengejutkan,hujan air mata sering mengguyur dan membasahi namun sinar mentari yang penuh dengan penjelasan-penjelasan membuatnya hangat dan ke esokan harinya buliran embun cinta menghiasi seperti butiran-butiran mutiara yang baru di temukan dari cangkang kerang,murni dan indah berkilau,sungguh rumah yang belum sepenuhnya terbangun itu begitu asri dan menyejukan pikiran,berbondong-bondong di sela-sela kesibukan ku rajut sedikit demi sedikit rencana akan bagaimana rumahku itu kelak ,agar nyaman di huni,ramai akan gelak tawa dan jeritan tangis,obrolan dan perdebatan yang kesemuanya menuju kesebuah kebaikan.
Aku sepenuhnya tahu,bahwa badai mungkin akan segera datang dan berusaha untuk menggoyahkan bangunanku,namun aku telah bertekad untuk mempertahankanya dengan sisa nafas terakhir sekalipun,namun aku tak akan mengelak dari kemampuanku,jika Yang Kuasa meminta balik bangunanku,mungkin banyak kesalahan atas caraku membangun,mungkin tidak pantas karena aku tak mampu menjaganya.Kerasnya tekad semakin membuat pertahananku melemah,karena tak kusadari atap-atap kepercayaan itu ternyata terkikis oleh angin yang tak bertoleransi,angin itu menginjak-nginjak atap itu sampai kerap retak,sudha kusulami dengan kesabaran namun dibagian sini bisa tertutup ,angin itu menginjak bagian yang laen,dan meretakan kekuatan atap utama,disaat aku mulai lelah,aku hanya bisa berpura-pura,bahwa rumahku masih tetap nyaman,meskipun tak sempurna indah,aku katakan pada penglihatanku ,bahwa rumah itu masih indah dan sangat nyaman ,kututup pedih yang yang terus merembes keluar melalui pori-pori dinding,dengan rekahan-rekahan senyum agar kejelekan yang tampak itu tertutup oleh harumnya senyum,terus berusaha untuk membangun agar rumah itu berdiri dan semain tak sanggup untuk menanti penghuni baru itu akan menempatinya dengan penuh kegembiraan dan kebahagiaan.
Disatu sisi,kepedihan itu semakin deras bukan merembes tapi sudah mulai mengalir,aku tak tahu apa yang harus  kulakukan unntuk membuat kepedihan itu berhenti,aku melihat sesuatu yang aneh telah mewarnai lingkungan,meskipun aku belum buta meskipun aku melihat dengan jelas keanehan itu,aku lebih memilih membutakan penglihatanku,hanya bersama doa-doa dan berharap para malaikat membantuku untuk merantai amarahku yang mungkin bisa sekali waktu meletus dan lebih cepat menghancurkan rumah impianku,betapa sengsaranya,harus menahan lebih dari dua kekuatan yang hendak menggerogoti pertahananku,tak boleh menyerah!hanya itu penguat semangat yang setia menemani hidup,perjalanan belum usai,mungkin satu hal yang harus disadari,bahwa rumah impianku itu adalah tak berarti apa-apa,dan sebenarnya tak layak untuk di tinggali oleh orang yang kusebut “Kekasih”.Memaksa aku  untuk membuka lebar-lebar daun jendela kebohongan,bahwa sebenarnya rumah jerami penuh kekonyolan itu tak pantas untuk di diami,sementara rumah yang laen yang lebih megah lebih indah lebih membahagiakan terbuka begitu lebar dan sedang menunggunya untuk memberikan segala yang di namakan kebahagiaan.

    Kini kupandangi bangunan yang entah kapan akan runtuhnya dengan total,jerih payah,semangat dan rasa itu mencambuki dada seolah tak mengijinkan pernafasan berlangsung,begitu sesak dan siap mematikan,bersabar mencoba berjalan beriringan dengan doa yang mulai keletihan,sementara kebodohan menjejali aku dengan garangnya,hiyaa..semoga kedodolan ini membawa pelayaranku menuju surga.
Jika memang aku harus mengembalikan rumah impianku kepada Yang Maha Punya,aku akan dengan senang hati dan iklas mengembalikannya,dan mungkin pengembaraan adalah jalanku yang cocok,sehingga aku harus melanjutkan pengembaraanku,dari negeri  ke negeri,dan mungkin itulah kebahagiaanku….

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.