brugh..cuitttt
see me..see me..
Hari ini
Hari ini
Hari ini mungkin menjadi sebuah momentum dari berpuluh hari di sini ,hari yang bisa membuat hidup ini semakin bergolak,dengan keadaan yang penuh dengan keterbatasan.Telah berkata di hati sana sejak bebera saat lalu bahwa aku harus hidup dalam keadaan bagaimanapun,yang jelas dengan kondisi baik dan tak kurang suatu apa yang selalu di harapkan,tapi sejauh itu sebenarnya aku tak kurang suatu apa,kecuali kurang bersyukur.
Menulis lagi adalah satu hal yang membuat pikiran ini kembali berjalan,ada beberapa unek-unek yang bisa kusampaikan dimana lewat kata aku tak bisa mengeluarkannya,dengan alasan yang seolah tak perlu untuk di utarakan,eh bukankah hidup yang terjadi saat ini seperti De javu dari hari kemarin ya,mungkin itu hanya bisikan dari hati yang tak memerlukan sebuah voting,tapi yang jelas ini adalah yang sedang aku alami saat ini,bahwa ini ternyata adalah terbitan dari pikiran aku kemarin,tapi bukan dari sebuah mimpiku di hari yang kemarin,emang ada sih mimpi kemarin yang udah terwujud namun bukan sekuruh impianku di hari kemarin yang terwujud,tapi kebanyakan bersitan – bersitan di hari kemarin yang nyata terjadi,anehkah?maybe..
Hey.. perbakah berpikir bahwa nanti akan menikah dengan seorang yang tidak di kenal sama sekali? Jawabnya pasti kadang juga,tapi pasti jawabnya enggak lah ,takut.Tapi dulu aku pernah berfikir aku akan menikah dengan orang yang yang bisa di bilang enggak kenal,dan yang jelas harus jauh dari tempat tinggal aku dan yang lebih penting aku harus tinggal jauh dari kedua ortu atau mertu,ehmmm…….kaynya sih pikiran itu ga penting tapi itu sering menjadi patokan untuk mengenal sosok pasangan,lagi-lagi ribet dengan criteria,ihhh…seperti apaan sh seperti inikah criteria cowok aku? Hisstt.. ternyata bukan,lalu kabur dan ketemu lagi lagi –lagi sebuah pertanyaan dating lagi owhh ternyata seperti init oh,eh akhirnya. ..haiyahh.. kok kay gini.. ogah ah…masa harus dapat yang kay gini?Hyah…. kenapa ya sering orang mencari-cari sesuatu yang tujuannya memuaskan egonya,sebenarnya bukan tidak mengerti bahwa tak ada manusia yang sempurna di dunia ini,tapi kan boleh kita mempunyai hak untuk memilih yang setidaknya sesuai dengan selera kali yah,kalo orang bijak bilang mantap di hati,whussshhh….yang jelas pingin she nyari yang pass,tapi semakin mencari semakin ga ada yang pass,umm…so…akhirnya hanya menjadi seorang penunggu…tapi bukan berarti diam saja,bahkan sempat mengikuti jejak kuis di facebook,ada yang sempat menjadi tuntunan ,dia berkata”Jodoh lo ada di friendlist facebook lo”wessss……Sopo?…
Ini dia banyak tembakan sana door sini door,saat itulah akan muncul pikiran iihhh gila iya bener kata si dukun itu ,banyak bener yang nembak,bingun dah,gimana ini masa mesti mengaudisi,bahasa mana pula itu,emangnya artis,tapi tak lepas dari itu memang sempat GR (gede rumungso)ga punya malu asal jangan sampai lupa diri aja gara-gara kuis,jalanin aja kegemeran yang sedang mengembang itu,toh akhirnya membuahkan hasil,dan insya allh itu yang terbaik,dunia dan akhirat amienn..amieen..,Bukan menang kuis apalagi lotere tapi ini adalah buah dari kesabaran dan doa yang di kabulkan oleh yang diatas,dan jerih payah menyeleksi,weeaakkss..alhamdulillah ini hasilnyaö …..
Dan akhirnya tulisan ini harus bersambung untuk hari esok….udah jam 9.30 wita, ini adalah waktu buat pilihanku tentunya,dan emang sedang butuh banyak O2 dan H2O..waktu ini memang banyak tersita oleh hal-hal yang ga penting yang menghabiskan energy apalagi di ruanganku suhunya mencapai 320 c,seharusnya AC menjadi tuntutan utama,tapi mengikuti istilah orang bijak saat ini untuk berparisipasi dengan lingkungan sebuah istilah Global Warming,yang harus di sadari oleh setiap insan yang mempunyai hati dan sadar akan kehidupan masa depan bumi ini,jadi untuk AC sementara di tunda dulu,tapi sebenarnya emang tidak ada ACnya,berkipas angin saja sudah mencukupi kebutuhan,dan itupun sudah menjadi kebanggaan karena ruangan mungilku indah dengan sumini dkk yang selalu berenang dan berklak-klik dengan teman-temanya paidul dkk..so..happiness adalah menjadi menu utamaku dengan pilihanku.
Bolone laron
Sepi banget keadaan di ruangan tempatku bermukim,hanya aku dan seekor puddle yang selalu membututi aku kemanapun aku pergi di dalam rumah apartement yang sempit ini,di atas sebuah sofa hitam aku baringkan tubuhku yang seolah telah enggan untuk bersatu,bagian-bagian tubuh ini serasa ingin berpisah dan terpecah-pecah,rasanya sakit dan lemas,capek banget,namun terasa seperti api menyengat disaat fikiran kembali mengingat “Home”,”Me” dan mungkin berubah menjadi “Our home” dan “We”.
Ombak di lautan itu berarak perlahan namun seperti sedang mengikuti irama,mungkin mereka sedang bercengkrama dengan angin yang memberikan petuah atau mungkin sedang berbagi kasih,sehingga mereka kelihatan damai ,semua hanya “kelihatannya”,namun sebenarnya entah apa yangsedang terjadi,dan bergolak di balik semuanya,yang bisa aku lihat hanya apa yang yang terlihat,dan kenapa harus berfikir terhadap sesuatu yang tak terlihat,bukankah aku hanya menginginkan sebuah kedamaian,kenyamanan dan sebentuk rasa yang indah yang tercipta dari rasa syuukur atas semua yang telah di berikan oleh Yang Maha Agung itu,lalu kenapa aku membelokkan haluan pelayaranku kesebuah tempat yang tak aku kenali dan aku pahami?
Aku ingat beberapa laron tadi malam saat aku membuka pintu balkoni,mereka menyerang masuk seketika tatkala pintu terbuka,laron-laron it u begitu tergesa menghampiri cahaya lampu dan seperti berlomba berterbang mengitari lampu tersebut,namun tak lama kemudian satu persatu berjatuhan,kemudian menanggalkan sayapnya,namun entah mereka sengaja meninggalkan sayap mereka untuk apa?”Untuk mencari cinta”.. woaaooww…
Bagaimana tidak,setahuku binatang itu hanya di beri waktu hidup hanya sehari saja,dalam waktu yang singkat bagi manusia itu mereka berlomba mencari kehidupan baru,mereka berebut mencari penerangan demi mendapatkan hidup selanjutnya,kulihat beberapa yang telah menanggalkan sayapnya,dan mungkin telah menemukan impian hatinya bergandeng-gandeng seperti anak-anak maen kereta-kerataan,jalan sana sini seperti terburu-buru,ternyata mereka mencari celah,lubang,dan disana mereka stay,sepertinya segala aktivitas mereka lakukan berdua,romantis eh,mereka kelihatan akur dan saling membantu,mungkin ini demi cinta mereka dan planning mereka untuk memnciptakan dan mewujudkan dunia baru bagi mereka,mungkin kelak setelahnya mereka akan melahirkan anak-anak mereka dimana mereka akan menjadi sebuah kerajaan rayap,dan akan melahirkan laron-laron (pangeran dan putri) rayap.Binatang unik ini sering membuat orang jengkel namun sebenarnya bermanfaat,bermanfaatnya di tinggal dulu jengkelnya biasa di bahas dulu,heayaahh..jika rayap-rayap itu bisa merusak kayu jelas bapak-bapak rumah tangga uring-uringan,dan rayap-rayap laen pun bisa membuat ibu-ibu rumah tangga ngambek dan bahkan ngamuk dan bisa lebih fatal keadaanya,rayap-rayap laen yang biasa ibu-ibu sebut itu adalah masalah-masalah kecil yang mengganjal dalam hati dan fikiran ibu-ibu ,perasaan beliau-beliau,atau pandangan beliau-beliau ini.
Sisi laen dari pelajaran binatang melata itu,seharusnya bisa aku pelajari,bukan ikut-ikutan menjekelinya.Beberapa menit lalu aku berbincang-bncang lewat telphone dengan beberapa perempuan,yang mengisahkan bagaimana kehidupan rumah tangga mereka,perempuan-perempuan itu banyak berbicara soal perasaan ketimbang kenyataan yang sedang mereka jalani,dalam sudut pandangku mereka terlihat alright dalam keadaan pasrah dan terkendali,dalam perbincangan itu mereka menyampaikan beberapa hal yang mungkin bisa dijadikan masukan otakku yang mulai dudul karena kekhawatiran.Aku telah memilih untuk menjelang kehidupan baru,namun aku masih belum melepas seluruh sayapku,seharusnya aku harus mengaca pada laron itu,namun aku masih belum bisa melepas keseluruhan,karena aku masih di lingkupi berbagai kekhawatiran. dan kekhawatiran itu sebenarnya adalah rayap yang bisa merusak diriku sendiri,bagaimana seorang ratu itu bisa sukses menjadi ibu negara rayap ?untuk seorang ratu dalam kerajaan rayap itu hanya di butuhkan keiklasan,segala sesuatu berawal dari kerja keras dan saling percaya,saling menyupport,dan saling mengerti,serta saling menerima apa adanya ,dan untuk menggapai sebuah impian baru yang lebih indah mereka rela meninggalkan gemerlap cahaya di luar,mereka bisa membuang ego mereka demi mendapatkan keharmonisan ,ibu dan bapak laron membangun istananya dengan penuh kasihdan segalanya mereka lakukan sendiri,menutup lobang bersama,menggotong sesuatu yang perlu di gotong,makan bersama,dan menyelesaikan masalah bersama,maka cobalah mengambil manfaat dari perilaku laron,meskipun mereka berasal dari binatang melata mereka memiliki keunggulan tersendiri,coba melihat kebun jamur mereka ,bagaimana mereka memproses kebun itu,bukanhah mereka melakukan yang terbaek dengan cara mereka sendiri,lalu bagaimana dengan rayap yang menjengkelkan? pasti yang ku ingin adalah tidak mencotoh perilaku rayap (rakyat mandul dari ratu laron) yang merusak kehidupan orang laen,dengan memakan kayu perabotan rumah orang maksudnya,namun dalam istilah laen,rayap-rayap menjengkelkan yang bisa merusak kehidupan sendiri bersama orang yang tercinta yang ingin aku pelajari.
Seperti salah satunya kekhawatiran,dan cemburu,tidak percaya,dan over menuntut.Menurut ibu-ibu hal-hal itu yang dinamakan rayap dalam kehidupan berumah tangga,aku yang lebih cenderung terbuka dengan tulisan mulai gelisah mengapa aku tak berani berkata langsung dengan apa yang membuatku tak nyaman,lalu kenapa aku harus banyak mengkomplain,bukankah aku sendiri tak bisa menyelesaikan masalah yang aku hadapi dengan sendirinya?Inilah kelemahan dan ego ku,aku lebih suka memendam apa yang seharusnya di diskusikan bersama,apa yang menjadikanku kaku terhadap sesuatu yang menakutiku itu justru menjadi rayap pengganggu,dan jelas tidak membantu banyak ,hanya sebuah “Apus-apus’ artinya everything such gonna alright,tapi sebenarnya sadar bahwa itu akan meledak suatu saat dan itu merupakan boom yang bisa menghancurkan.
Seperti tak ada kerjaan dalam spare time ,bengong mandangin kompi dengan artikel-artikel yang menurutku bisa menyupport awal langkahku,semua berkata hamper sama,gorean-goresan tinta itu seperti garis-garis yang menuju kearah yang sama,darimana mereka mendapatkan keyakinan seperti itu,googling dan mengubah kalimatnya?atau dari petuah dari mulut ke mulut? jadi kalimat petuah dalam artikel itu adalah benar karena mengikut kata terbanyak penganutnya?,saat aku mulai memiliki ide laen dari apa yang menjadi masalah yang sama ,aku berusaha mengambil langkah yang bertentangan dari kebijakan penganut terbanyak,yang sering aku lihat kenyataannya,seperti”Jika kekasihmu selingkuh,tinggalin aja,emang dari sononya begitu sampai kapanpun dia bakal begitu,ada kesempatan atau tak ada kesempatan”,akhirnya banyak banget kalimat yang hamper sama maksudnya mengenai hal itu,bahkan saking ingin tahunya soal”selingkuh’ itu aku bela-belain nongkrong di forum hanya pengen tahu apa pendapat orang laen atas hal itu.Namun kebanyakan mereka menganggap hal itu adalah menyakitkan dan sebuah penghianatan,jadi harus di singkirkan.Sebelum aku melangkah ke dalam hubungan aku sering berfikir,aku pasti akan di duakan atu di tigakan(suudzon banget),aku menghitung waktu,jika sebulan belum terjadi sesuatu,aku cengar cengir bahkan seolah aku menunggu dengan keyakinanku,dua bulan berlalu, eh lucu,dan tiga bulan berlalu,,waaoooww.. keren…,dari sini aku belajar mempelajari mengapa doi ku berbelok jalanya,aku berawal dengan menoleh ke langkahku,hiya langkahku belum belok, cuma banyak hal yang bisa membuat doiku mbelok,jika orang laen bisa mendidih adrenalinya,aku malah giat menelateni apa yang sedang terjadi,aku jadi ingin tahu apa maunya tapi justru aku lebih menyayanginya,dengan memberi kebebasan bagi dirinya memilih,tapi tak melepasnya membuat aku lebih ingin mendekat,aku benar-benar ingin tahu apa yang sedang dia inginkan,kenapa dia bersamaku tapi juga ingin dengan nyang laen,jika yang terdahulu aku lebih sering mengikuti perasaan “leave him’ tapi tidak untuk kali ini,aku terdorong untuk menyelesaikan dengan cara lain,dan yang jelas bukan competition dengan selingkuhanya,karena doi bebas untuk memilih.Sungguh luar biasa .. aku ternyata mampu mempelajari hal yang selama ini aku benci,dan uniknya indah meski dalam apus-apus( pretendning) dan aku heran kenapa aku meyakini pretending to be happiness demi menggapai real happiness itu penting.
Selangkah lagi perjalanan ini akan berputar, dan aku harus memilih dan pilihan itu telah aku putuskan,jadi bukan sekedar Nagging kepada Emak.”Emaaakkk aku pengen permen”tapi kini”Emakkk.. doakan aku mau Merit”.
Sangat mudah dalam bayangan namun ternyata sungguh rumit,tak seperti yang aku bayangkan sebelumnya ,dan memang sangat beda dari sekedar pacaran,jika dulu aku serius dengan mantan namun aku salah menanggapi keseriusan itu,akuterlalu mempermainkan kata serius itu menjadi sebuah golok ego yang mematikan,keseriusan tanpa menghormati komitmen adalah salah besar,dan menghormati komitmen tapi tak mendalami dan sengaja tak menjalani arti komitmen itu sendiri ternyata fatal,LDR itu tidak mudah,dan sering di gerogoti rayap..
Jadi saat belum jadian dulu sering berdoa semoga dia menjadi yang terbaek untuk the rest of my life,dan setelah jadian ternyata dia tak seperti yang kita inginkan,dan setelah menikah kita menyesal,kalimat ini setidaknya menjadi sebuah pemikiran baru,dimana aku harus siap menerima pasanganku apa adanya,karena dia adalah pilihanku,dan segala yang sempurna adalah hanya milik Tuhan,namun yang menjadi kekhawatiran laen adalah apakah dia seperti yang aku fikirkan,bagaimana jika tidak? dan lagi-lagi” Emakkk… tolong lah aku..” namun kini telah berubah” Ya Allah,hanya kepadamu keserahkan segalanya ,karena hanya Engkaulah yang maha tahu dan hanya ridho-mu yang aku mau”
*coretan bersama puddle*
Pojok ruangan
A slice green tea cake with honey tea,please..ku dengar sendiri suaraku setelah menyapa hye pada seorang pelayan cafe,harum steak di meja sebelahmengundang perutku untuk mengodermakanan itu ,namun bukan saatnya,aku hanya memilih pojok ruangan disana ada tempat ngenet kosong,dan aku hanya duduk melototi layar monitor ,ada beberapa helai peristiwa yang mengusik anganku.yang selama ini telah aku kubur mati-matian,sudah lah ini adalah bagian dari kisah romance yang indah,yang kadang terasa teramat pahit dan getir ,namun coba buka mata betapa indahnya sebenarnya keadaan ini,back ke tujuan semula jangan melihat cinta hanya dengan mata saja,tapi jangan juga melihat cinta dengan hati saja,well jangan teruskan,petikan buah dari perjalanan yang aku lakukan itu terlalu manis untuk di ungkapkan,yang jelas nikmati dan syukuri,itu jalan yang terbaik,buka mata lihat betapa indahnya pagi meski berkabut,senyum bahagia saat melihat sebait tulisan di sms,”selamat pagi sayang,met beraktivas” bukan kah hal itu sangat indah?
Dipojok ruangan ini,aku lihat banyak orang dengan berbagai macam menu yang mereka makan,aku sendiri telah menyatap cakeku dengan perasaan sangat lega,tea yang aku minum begitu manis,semua yang aku rasa seperti begitu indah,aku lihat beberapa message dari hunnyku,yang bikin aku senyum..dan yeah kangen itu semakin kuat merapat di relung hati sana.
Jika saja ….
so damn jika ingat betapa berat beban dua hari ini,berhadapan dengan orang-orang yang seakan ingin menerkamku,kerjaan menjadi momok yang bikin ngeri saat dampratan berkali-kali meluncur,well pelajaran berharga ..
Inilah adalah pelajaran yang di berikan oleh orang-orang atas sekaligus buat mereka sendiri aku kira,karena mereka hanya bisa memebentak ,nu-ah setelah semuanya beres,hu-uh…..apa arti dari pelukan dan kue tarts itu? meski ga semangat untuk makannya,namun that just was great after all,perjalanan ini ….
di pojok ruangan ini.. sumpah manyun ..
disini aku lahir
……Berjalan diantara rumput kering tanpa alas kaki,bergurau dengan sinar mentari yang baru menyembul dari pelukan angkasa,semburat jingga itu membuat fikiran seperti tertusuk duri onak,ku akui aku adalah sosok pucat yang berjalan mengikuti impian yang hampir usang……
Berebut mencari tempat dan di nomor satukan dari milyaran pertanyaan yang selalu menggeluti jiwaku,menunggu tuan waktu menjawab satu persatu dari sekian pertanyaan batinku,mengoyak imaginasi yang selama hidup sebagai prosa tak beraturan,menghakimi detik-detik yang di penuhi kesalahan,kebohongan menjadi master keindahan,dan kenyataan menjadi budak kekecewaan,dimana saudara kepercayaan itu kini tinggal,akankah aku masih bisa menjelangnya dan menggenggam erat kekuatanya?aku telah hanyut oleh keindahan yang kubuat sendiri,bahkan aku telah beritakan pada setiap insan yang aku temui kalau aku sedang sangat bahagia,dan mereka ikut bersyukur dengan kebahagianku,seolah merekapun telah bisa menghirup harumnya pesona dupa keindahan ,adakah diantara insan-insan itu mengira bahwa aku sedang bermain sandiwara?
Aku….dari mana aku datang…cuma dari goresan pena yang melebur,menghasilkan coretan yang tak jelas bagaimana bunyinya,namun sebuah tanda mengisyaratkan bahwa leburan tinta itu ada maknaya,sepintas lalu mengisyaratkan bahwa dari tulisan itu menyimpan sebuah misteri,namun sebenarnya itu hanya sebuah goresan yang mengisyaratkan ketidakpercayaan pada kenyataan yang di jelang,ini bukan sandiwara,ini adalah nyata,kehidupan yang terpilih dari pena diatas kertas dan melebur menjadi tulisan kabur,tak jelas,penuh praduga dan banyak menyimpan kebohongan,namun membentuk sebuah kebahagiaan,”Inilah kebahagiaanku”kataku,aku menemukanya disini diatas kertas ini,aku lahir dari sini,sambil berkali-kali melihat lembaran kertas tak bernyawa itu,aku menemukan kehidupan di kertas ini,atau tepatnya di tulisan ini,disini aku mulai mengenal”Cinta”di sini aku mulai mengerti”Kangen” di sini aku kembali merasa”Ingin memiliki” dan dari sini pula aku bersi keras “Akan ku jelang bahagiamu disini,bukan di kertas ini tapi di kehidupan nyata ini”..
Ku nantikan kejujuranmu dikehidupan yang nyata,nyata kita ada ,kita bisa bertatap muka,nyata kita bisa saling sentuh,bukan sandiwara pura-pura nyata diatas kebohongan,seperti skenario yang telah kamu buat untuk memperindah cerita.
Adakah pernah kamu dan aku lihat;
Empang itu pastinya banyak di hidupi oleh makhluk-makhluk unik nan indah,yang memiliki lebih dari keinginan untuk hidup lebih dari seribu tahun, begitu kita melihat seolah mereka sedang bergembira ,bercanda bersama dan seolah tak ada duka dan fikiran kelak akan bagaimana,kehidupan seperti apa yang mereka nantinya dapatkan,mungkin dalam wajan atau dalam mesin panggang?seolah teriakan mereka adalah seperti memohon, tapi bukan, sepertinya sedang berdendang,yang jelas entahlah sepertinya sering teriakan-teriakan dari dalamnya mengiris perasaan tapi sayang tak satupun diantara orang-orang yang berlalu lalang mendengarkannya,bahkan mereka yang lewat enggan untuk menyapa ada yang mencoba bertanya namun itu karena mereka merasa aneh dan tak seperti biasanya,empang itu seperti telah mulai lelah untuk di mengerti?benarkah?
Dari sini aku hadir,ketika kebohongan hadir,melukiskan kenyataan itu begitu indah tapi menyakitkan,sesuatu itu menyakitkan tapi indah, tak sulit untuk mendapatkan kebahagiaan,dalam sakit itu kebahagiaan hadir,diatas kebohongan itu kebahagiaan menjelma,seolah nyata,dan apapun warna kebahagiaan itu adalah indah,dan sakit itu sirna.
kebahagiaan..kebahagiaan….
*coretan jutex*
menyelam kembali
Bosan banget dengan topik yang berbau:
pengkhianatan,perselingkuhan,curang,pengecut dan tetek bengek lainya..Busyeettt…illfil banget setiap membuka jendela selalu terlihat dan terngiang sebentuk perkara itu.Jadi seperti ikut terbakar oleh kekacauan,dan bikin hidup tak tentram..
Mencoba menggali beberapa perbincangan yang beberapa hari ini terjadi,bersama beberapa perempuan yang menjadi sahabat-sahabatku,tentang “Everything”dari dalam sampai luar,sepertinya aku memasuki dunia laen,baru dan fresh,seperti misalnya tentang impian ‘Seorang pendamping’,seolah suasana balik ke zaman teenager,kita berbincang kembali tentang teman-teman saat masih di bangku SMA,whahahahha… gokil,ingatan kembali kepada cowok-cowok ABG masa itu,kayaknya cowok-cowok di kelasku keren-keren,juga dengan cewek-ceweknya,well menyelam ke zaman SMA:……
Seragam abu-abu putih,begitu keren saat itu dengan rambut di kuncir kuda menggendong rangsel ,memondong beberapa buku,lari-lari mengejar mikrolet orange jurusan kota kecil itu,ramai-ramai berebut tempat duduk sambil guyon,tapi meskipun aku udah dapat tempat duduk,si kenek atau si soper mesti usil aku harus turun,karena tubuhku yang mungil,jadi gampang di atur,yang pasti duduk di sebelah soper atau kadang di pangku oleh teman cowok,perasaan begitu sebel,tapi begitulah keadaannya,karena waktu yang tak banyak,dan kendaraan yang terbatas,namun keadaanya tetap saja gembira,sambil ngobrol ngalor ngidul,pembicaraan yang setiap hari adalah itu2 saja,ngrasani guru-guru,bagaimana mereka menyampaikan materi pelajarannya yang bikin ngantuk,ada yang bikin gemes,ada yang bikin adrenalin tegang,ada juga yang bikin otak menjadi seribu rius,dari mulai mata pelajaran bahasa Indonesia -matematika sebagai sang momok paten,tiba-tiba raut wajah para guru dan teman-teman itu berlalu lalang di mataku,beberapa guru idola telah meninggalkan dunia,sedang semua teman telah entah menyebar kemana,hanya satu,dua orang saja yang masih bisa ku ingat dimana mereka,namun komonikasi benar-benar telah terputus.
Dulu saat di laboratorium disaat Pak Hendra menerangkan hukum Newton,murid-muridnya sibuk bercerita sendiri-sendiri,kira-kira kelak kita akan jadi apa? ada yang ingin pergi ke Eropa saja,ada yang ingin menjadi polwan,ada yang ingin menjadi direktur dan laen sebagainya,semua keinginan itu seperti membawa angan-angan menuju kesana,namun tak ada yang berkeinginan menjadi TKI (buruh migran),masih ingat bagaimana aku berlomba mendapatkan bea siswa sampai bentrok dengan guru bahasa Indonesia,yang menjadikan aku membenci mata pelajaran itu,dan lebih mengidolakan bahasa Inggris,selama 4 semester aku tak di tanyai oleh guru itu,dan semakin membuat kebencianku menggila,namun di laen sisi aku lebih suka menyendiri di pojok perpustakaan dan sering mencuri-curi kegiatan kakak kelas yang sedang membuat sastra,aku mengagumi karya mereka,namun saat tiba mendapat tugas untuk membikin sastra,aku menjadi ogah,dan alhasil adalah copas dari teman seperjuangan.
Dulu sering berangan disaat menjalani “cinta monyet”aku lebih cenderung pada cowok yang cewl,sombong ,arogant,tapi otaknya cemerlang,sering memilih dekat dengan cowok sekolah laen,anti banget dengan cowok “anak mama”,sementara teman cewek yang laen,lebih suka cowok cakep.Dunia masa itu begitu indah seperti pohon alpokat di rumah tetangga sekolah,begitu tinggi ,rimbun dengan daun dan buah,selalu mejadi tempat keramat tempat berbagi,menikmati kesejukan di hari siang bolong yang panasnya ampun saat recess,tempat mangkal yang paling demen saat berdua,bergossip ria,dan curhat-curhatan.Tempat itu adalah tempat dimana yang namanya cita-cita membayang dimata,seindah,tinggi menjulang dan penuh harapan ,seperti pohon alpokat yang bisa membuat orang-orang di sekitarnya bahagia,
Sebelum Graduation day dulu aku dan teman-teman sering ketemu dan berbicara soal siapa kelak yang hendak memiliki diri kami masing-masing,misal Anita;dia seorang perempuan yang cantik,rajin,meskipun IP dia termasuk yang paling tertinggal di antara kami,tapi dia adalah termasuk paling ulet,dia tak menyukai pelajaran apapun juga,kecuali ada hubungannya dengan uang,ternyata dia saat ini menjadi wanita kaya karena keuletannya,dalam benaknya hanya uang dan uang,sampai mencari pacarpun ada kaitanya dengan uang,sebagai perempuan beruang,tentunya dia mempunyai kriteria dalam memilih pasangan,tapi ternyata bukan mencari seorang pendamping yang beruang,dia tidak butuh katanya,tapi dia memilih seorang ‘pegawai negeri’.siapapun PNS ,asal PNS,jadi soal bagaimana si PNS itu dia tak peduli asal PNS,siapapun dia,bakal Ok.
Donna,perempuan ini sejak dulu suka dandan,sampai ditasnya bukan buku pelajaran yang ada,tapi berganti dengan peralatan dandan ala cewek jaman itu,sedang buku pelajaran di carry begitu saja,dia suka di perhatikan,dan dia suka memilih pria yang dia cintai,tak peduli pria itu bagaimana,asal dia cinta,dialah yang akan mendampinginya,perempuan ini sekarang membanting dirinya sendiri,pontang panting mencukupi kebutuhan keluarganya,sedang suami tercinta di rumah mengurus anak dan mertua,demi cintanya perempuan ini rela berkorban apa saja.
Anna.seorang perempuan cerewet,dan banyak menuntut,karena dia menyadari bagaimana dirinya yang suka menuntut ,dia berangan memiliki pasangan yang penurut,dan disaat pacaran dulu sang suami adalah seperti arjunanya,selalu mengalah pada perempuanya,lembut dan memanjakanya,for heaven`s sake..,jadilah akhirnya setelah menikah perubahan terjadi,persetruan rumah tangga selalu terjadi seganas perang dunia I,tak di rumah tak di jalan tak dimanapun mereka berada selalu berantem,tapi mereka tetap saling cinta,sudah menjadi habit kalee katanya berantem itu adalah kebahagiaan mereka,*aneh*
Dan masih ingat juga dengan para cowok,dari kesemua yang aku ketahui mereka cuma nyengir kalo di ajak bincang2 soal pasangan,tapi presentase terbesar,mereka memilih cewek sederhana,cemerlang otak,ga neko-neko,namun beda dengan Annas,cowok ini dulu mengimpikan cewek galak,kalo bisa tmboy,karena dia ga suka cewek yang doyan nangis,tapi bukan berarti semua doyan nangis toh,entahlah itu hanya uneg-uneg jaman baheulla,trus…
bagaimana dengan aku waktu itu,kaynya cuma aku yang ga punya kriteria bagaimana dan seperti apa pasangan yang aku inginkan,karena aku ga terlalu terfokus soal itu,yang ada di benakku bagaimana aku bisa menjelajahi dunia ini,bagimana aku bisa menginjakan kakiku di negara-negara laen,aku ingin mengenal banyak orang,aku ingin mengetahui bagaimana kehidupan orang-orang di luar pengetahuanku,aku ingin banyak belajar tentang apapun juga dari orang-orang di luar impianku,kemudian aku juga berkeinginan mempunyai banyak pacar dari berbagai negara,aku ingin merasakan bagaimana karakter pria-pria itu,namun aku tahu hal ini adalah keterlaluan,dan bahkan mungkin tabu,tapi itu adalah mimpiku jaman dulu,yang jelas,ada yang bisa aku dapatkan ,namun juga banyak yang tak kesampaian,untuk sekedar menginjakkan kaki di beberapa negara asia sudah bisa aku lakukan,meskipun mimpiku adalah mengelilingi dunia yang maha luas ini tak kesampaian,sedikit dari apa yang sudah pernah aku dapatkan kini sudah sangat beruntung dan bersyukur,soal banyak pacar dari berbagai negara sedikit kudapatkan namun ternyata ribet,justru bukan sebuah keindahan seperti yang aku impikan,boro-boro pacaran,di deketin saja sudah lari tunggang langgang, pria itu mengerikan…,
Perbincangan dengan bolo-bolo raket itu kembali mengingatkanku pada tujuanku semula,untuk apa aku disini,apa yang aku cari,selama ini aku hanya berfikir soal bagaimana aku bisa mencukupi kebutuhan keluargaku,sebagian dari mimpiku telah aku kubur,seperti aku ingin melanjutkan kuliah dan memiliki tutorial di desa,dengan harapan anak-anak desa itu tak ketinggalan dengan anak-anak kota,hanya di karenakan fasilitas dan keadaan yang minim di desa ,jadi sering ndersulo ‘piye toh,haiyah uripmu yo uripmu,uripku yo uripku’.sering ku merasa teramat sangat kesepia tanpa siapapun di sekitarku,tak ada sodara,orang tua,kekasih,ataupun teman,sepertinya aku hanya mengarungi hidup ini dengan kesendirianku,aku ingin seperti masa SMA dulu,tapi waktu telah berkata laen,dia telah menunjukan dunia yang laen,da aku harus meneruskan perjalanan mau tidak mau,perjalanan ini tak seperti impian di masa SMA,sungguh berbalik,bahkan benar-benar melenceng dari mimpi itu sendiri,keluar dari prediksi,”Hidup yang sebenarnya”penuh liku,dan penuh perjuangan untuk survive.Keindahan masa muda itu…..
Kini semua itu telah berlalu begitu cepat dan tak terasa,namun sering menyayat,dimana ,hanya seekor poddle yang di tinggal si empunya jadi sahabatku,selalu mengikuti aku kemana aku pergi,duduk di pangkuanku saat aku duduk,tidur di kakiku disaat aku santai di lantai sambil baca-baca buku atau buka-buka laptop,memandangi aku saat aku menangis sambil tangannya sesekali menyentuhku,bengong saat melihatku berbicara di telephone dan tertawa atau mungkin dia iri saat aku kangen-kangenan,dan mencakari lenganku saat aku makan raisin bread,karena paling suka makan roti ini,setiap tau aku makan roti ini dia selalu mengejarku dan melompat2 ingin merebutnya,aku sering bercengkrama dengannya dimana dia cuma memandangiku tanpa sepatahkatapun keluar dari mulutnya,aku bertanya dan aku menjawab sendiri pertanyaanku seolah dia yang jawab,menimangnya,dan memarahinya(crazy mode on)
Sesekali aku melirik ke daun jendela,disaat malam pekat,aku sering bertanya,bagaimana kehidupan ku nanti jika aku telah menikah?berarak khayalanku ke sebuah pulau impian baru,dimana aku takberani membayangkan sebelumnya,namun entah mengapa imaginasi itusering muncul di saat aku sedang sendiri membayangkan hubby dengan tingkah lakunya,memarahi anak-anak saat mereka nakal,bermanja-manja paa hubby saat anak-anak sudah pulas tertidur,sampai bagaimana harus menghadapi jika sedang berantem dengan hubby,akan kah hubby mengerti apa yang aku mau?bagaimana jika dia tidak,bagaiman aku akan cure the pain saat ku ketahu diaselingkuh?akan kah dia melakukan perbuatan bodoh itu,lalu bagaimana dengan aku sendiri,aku hanya ingin seperti di bayangan mimpiku itu?seperti apa,bagaimana?
Simple sebenarnya,tapi aku sungguh bahagia meskipun hanya sekedar membayangkannya,aku tak pernah tahu dan tak bisa memprediksi bagaimana kehidupanku kelak,itu masih sebuah mistery ,sementara masa-masa indahku telah menjadi memory namun sungguh teramat indah..sementara saat ini,keadaan hidup yang nyata ini,aku berkejaran dengan waktu,di dampratnya,di maki dan dilemahkanya aku,namun aku selalu berusaha untuk positive dan survive,perjalanan ini belum usai,beratus kali kalimat ini selalu menjadi penguatku,sampai kapan ….
kok rasanya aku seperti hendak melayang….